Selasa, 25 JUNI 2024 • 18:05 WIB

Kejinya Siswanto si Robot Gedek Sodomi Anak Dibawah Umur Selama 4 Tahun Hingga Dimutilasi dan Diminum Darahnya

Author

Siswanto memutilasi anak dibawah umur seusai melakukan sodomi

INDOZONE.ID - Siswanto si Robot Gedek begitu keji banget melakukan pembunuhan berantai terhadap anak laki dibawah umur. Bagaimana bisa, ia berbuat bejat dan tak ada rasa manusiawi sama sekali.

Banyak orang tua di Jakarta pada beberapa tahun terakhir merasa khawatir terhadap anak laki mereka. Keselamatan anak – anak jadi ancaman kalau bertemu dengan Siswanto. Mereka jadi pemuas pria hidung belang tersebut.

Bocah – bocah itu dibunuh dengan cara sadis, bukan hanya dibantai tapi sampai dimutilasi demi jejaknya tak diketahui oleh banyak orang. Pembunuhan berantai itu terjadi selama 4 tahun dari 1994 – 1996.

Ada sekitar 8 anak jalanan di Jakarta yang menjadi korban pembunuhan, 4 mayat di bekas Bandara Kemayoran, Jakarta Pusat, dan korban lainnya di Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Baca Juga: Kisah Wanita Yahudi yang Kena Karma Akibat Ingin Racuni Sahabat Rasulullah

Dilansir dari YouTube Nessie Judge. Pembunuhan ini sampai mendekam selama 2 tahun.Menurut Dr Abdul Mun’im Idries selaku Ahli Forensik dalam bukunya “Indonesia X Files” pada tahun 2013 menyebutkan kalau kasus ini awalnya dianggap gak menarik karena korban itu kebanyakan anak jalanan.

Tapi, semenjak ada korban keempat maka pemeriksaan kedokteran forensik menyebutkan kalau ada kemiripan pola pada korban.

Polda Metro Jaya mulai menyelidiki lebih lanjut, pada tubuh anak korban itu selalu ditemtukan bekas jeratan cekikan di leher, sayatan di perut, dan luka bekas terkena benda tumpul pada anus.

Awalnya, polisi sempat menduga pembunuh keji itu memang berasal dari kalangan menengah ke atas dengan menggunakan mobil mewah, menjemput para korban, melakukan sodomi dan menyekapnya.

Pelaku juga tak menunggu waktu lama untuk membunuh korban dan membuatnya di suatu tempat setelah melakukan mutilasi.

Polisi mengklaim kalau pelaku ini sudah mengenal korban yang sudah dibunuh. Tapi, ada juga yang menduga kalau pelaku itu merupakan seorang pemulung atau tunawisma.

Bukan hanya Siswanto, ternyata ada beberapa laki yang diduga kerap mencabuli anak jalanan. Salah satu pemulung itu ditangkap bernama Babe alias Baekuni dan polisi menaruh curiga setelah adanya korban kedelapan.

Babe lantas memberikan informasi kalau pernah bertemu dengan salah satu korban tewas bernama Kasikin. Kala itu, Kasikin sedang bertemu Robot Gedek, pemulung itu melihat langsung karena mendiami gubuk di kawasan Senen yang kebetulan dekat dengan pertemuan 2 orang itu. Polisi yang melakukan pelacakan kesana, tapi hanya menemukan gubuk kosong karena Siswanto kabur.

Baca Juga: Peramal Asal India Ini Sebut Kiamat Akan Terjadi Hari Sabtu Pekan Ini 29 Juni 2024, Benarkah?

Alasan kabur dari kejaran polisi karena Robot Gedek ternyata balik kampung ke Desa Tendean, Batang, Jawa Tengah. Ketika melakukan

Robot Gedek rupanya mudik ke kampung halamannya di Desa Ketendan, Batang, Jawa Tengah. Setelah melakukan penyisiran beberapa hari, polisi dari Polres Jakarta Pusat akhirnya menangkap Robot Gedek, yang sedang mengemis di Stasiun Kereta Api Tegal, 27 Juli 1996.

Tak dipungkiri, pihak Kepolisian sempat meragukan Siswanto sebagai pembunuh. Posturnya itu sangat pendek, kurus, dan sedikit bungkuk.

Ketika berjalan, kakinya itu terlihat pincang sebelah, kepalanya sering menggeleng makanya itu kenapa disebut sebagai Robot Gedek.

Namun, Polisi merasa tercengang dengan pengakuan Robot Gedek. Ia mengakui telah melakukan sodomi 12 anak jalanan.

Setelah melakukan sodomi, bocah itu langsung dimutilasi dan dibunuh. Perbuatan biadab Siswanto itu biasanya dilakukan di Jakarta, Pekalongan, dan Kroya.

Parahnya, sperma Siswanto si Robot Gedek ini ditemukan di TKP, sidik jari juga terindentifikasi pada pisau cutter yang tertinggi di TKP, hal ini sesuai dengan penjalasan Kombes Edward Syah Pernong selaku Kepala Polwiltabes Semarang.

Ketika melakukan penyelidikan, Edward selaku Kepala Satuan Reserve Kriminal Polres Jakarta Pusat pada tahun 1996 – 1997.

Ia mengaku telah survei kelapangan tempat kejadian perkara dan menemukan Robot Gedek sebagai pelaku pembunuhan anak jalnan tersebut.

Beberapa barang telah ditemukan dan tepat dipohon besar. Tempat kejadian itu terjadi diaman Polisi langsung mencari lokasi itu dan menemukan ada bukti disana.

Baca Juga: Heboh Cek Khodam di Media Sosial, Ini Makna Sebenarnya dan Jenisnya

“Jadi Robot Gedek itu A1 dan memang 100% sebagai pelaku pidana yang dipersangkakan,” ucap Edward.

Pembunuhan sadis dilakukan oleh Siswanto

Robot Gedek seolah memotong ayam ketika memutilasi para korbannya. Ia meminum darah korban agar tubuhnya segar kembali.

“Setelah itu, yaudahlah, pokoknya lega saja. Terus kepengin lagi dilakukan,” kata Robot Gedek dari pengakuannya.

Diketahui, Robot Gedek telah divonis hukuman mati di Pengadilan Negeri Jakarta pada 21 Mei 1997. Tapi, anehnya Robot Gedek justru merasa takut karena akan dihukum mati.

Awalnya, ia ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang di Jakarta Timur sebelum akhirnya dipindahkan ke LP Batu di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah pada 1999.

Siswanto mulanya sempat mengajukan banding melalui kuasa hukumnya bernama Febri Firmansyah ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta hingga Kasasi ke MA.

Tapi, usahanya tak berjalan lancar karena upayanya lolos dari regu tembak justru pupus begitu saja setelah MA menolak kasasinya. Dan, diperkirakan hampir 10 tahun Robot Gedek justru menunggu waktu eksekusi mati.

Tapi, ibarat karma Robot Gedek justru mengalami serangan jantung pada 25 Maret 2007. Meski, sempat dirujuk ke Klinik LP Batu tapi karena kondisinya cukup memburuk Robot Gedek justru harus dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap.

Baca Juga: 2 Sosok yang Jadi Napi Pertama dan Terakhir dalam Sejarah Hukuman Pancung di Perancis

Tapi, setelah dirawat justru Siswanto menghembus nafas terakhirnya dan jenazahnya dimakamkan di TPU Desa Beji, Kecamatan Tulis, Batang, Jawa Tengah.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (kontras) sempat meninjau ulang persidang kasus Robot Gedek dimana cacat secara hukum pada tahun 2010, sehingga hanya dihadirkan satu saksi yakni Babe atau Baekuni.

Menurut Febri, Robot Gedek memang terganggu kejwaaannya karena melakukan pembunuhan ke anak dibawah umur, tapi tidak punya keterikatan. Babe juga ditangkap karena pedofilia dan pembunuhan mutilasi terhadap 14 orang pada tahun 2010.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube Nessie Judge

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU