Rabu, 17 DESEMBER 2025 • 14:53 WIB

Ribuan Jejak Dinosaurus Ditemukan di Tebing Alpen Dekat Lokasi Olimpiade Musim Dingin

Author

Foto yang diambil September 2025 dan dirilis 16 Desember 2025 oleh Taman Nasional Stelvio memperlihatkan jejak kaki prosauropoda Trias Akhir di Lembah Fraeel, Italia utara. (Washington Post)

INDOZONE.ID - Para ahli paleontologi Italia menemukan ribuan jejak kaki dinosaurus yang terawetkan di dinding batu di kawasan Alpen. 

Lokasinya berada lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, tepatnya di Taman Nasional Stelvio, Italia utara, tidak jauh dari salah satu venue Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026.

Jejak-jejak purba tersebut membentang sepanjang sekitar lima kilometer di Lembah Fraele, dekat kota Bormio, wilayah Lombardia. 

Baca juga: Dinosaurus Berduri Ini Diduga Berlayar dari Inggris untuk Menarik Pasangan

Sebagian jejak berukuran hingga 40 sentimeter dan masih memperlihatkan detail cakar yang jelas. 

Para peneliti menyebut temuan ini sebagai salah satu situs jejak dinosaurus paling kaya dan spektakuler dari periode Trias di dunia.

Ini adalah salah satu lokasi jejak dinosaurus terbesar dan tertua di Italia, sekaligus yang paling mengesankan yang pernah saya lihat selama 35 tahun berkarier,” ujar Cristiano Dal Sasso, paleontolog dari Museum Sejarah Alam Milan, dalam konferensi pers pada Selasa (16/12/2025).

Baca juga: Plot Twist Dunia Dinosaurus: Si Nanotyrannus yang Puluhan Tahun Dikira Anak T-Rex, Ternyata Bukan!

Berdasarkan analisis awal, jejak-jejak tersebut diyakini berasal dari kawanan dinosaurus herbivora berleher panjang, kemungkinan besar Plateosaurus. 

Makhluk purba itu diperkirakan hidup lebih dari 200 juta tahun lalu, saat wilayah yang kini menjadi pegunungan Alpen masih berupa laguna hangat dengan pantai berlumpur yang menjadi lingkungan ideal bagi dinosaurus untuk berkeliaran.

Ahli ichnologi dari Museum MUSE Trento, Fabio Massimo Petti, menjelaskan bahwa jejak tersebut terbentuk ketika sedimen masih lunak di hamparan dataran pasang surut yang mengelilingi Samudra Tethys purba. 

Seiring waktu, lumpur itu mengeras menjadi batu, sehingga detail anatomi kaki dinosaurus termasuk jari dan cakar dapat terawetkan dengan sangat baik.

Pergerakan lempeng Afrika ke arah utara yang menutup dan mengeringkan Samudra Tethys kemudian menyebabkan lapisan batuan terlipat dan terangkat, membentuk Pegunungan Alpen. 

Proses geologis inilah yang akhirnya membuat jejak-jejak yang semula berada di permukaan datar kini berdiri hampir tegak di lereng gunung.

Menariknya, lokasi jejak dinosaurus ini pertama kali teridentifikasi secara tidak sengaja oleh seorang fotografer satwa liar pada September 2025, saat ia tengah memotret rusa dan burung nasar berjanggut. 

Karena area tersebut sulit dijangkau melalui jalur pendakian, para peneliti berencana memanfaatkan drone dan teknologi penginderaan jarak jauh untuk mempelajari situs ini lebih lanjut.

Presiden Komite Penyelenggara Olimpiade Milano-Cortina 2026, Giovanni Malagò, menyebut penemuan ini sebagai “hadiah tak terduga dari masa lalu yang sangat jauh” bagi ajang olahraga dunia tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Washington Post

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU