Kamis, 12 DESEMBER 2024 • 14:43 WIB

Dari Hoogere Burgerschool: Jejak Peninggalan Kolonial di SMA N 1 Semarang

Author

Tampak depan SMA Negeri 1 Semarang

INDOZONE.ID - SMA Negeri 1 Semarang, yang lebih dikenal dengan sebutan Smansa, merupakan salah satu sekolah favorit di Kota Semarang. Namun, sebelum menjadi seperti sekarang, sekolah ini memiliki sejarah panjang yang dimulai sebagai sekolah Belanda bernama Hoogere Burgerschool (HBS).

Sejarah HBS di Semarang

HBS, yang didirikan pada masa penjajahan Belanda, merupakan sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak Eropa, Tionghoa, dan bumiputera. Bahasa pengantar yang digunakan adalah Bahasa Belanda, yang menjadi ciri khas sekolah tersebut.

Meskipun HBS juga membuka kesempatan bagi bumiputera, hanya golongan elit dari masyarakat bumiputera yang dapat menempuh pendidikan di sekolah ini.

Selama periode pergerakan nasional, HBS memiliki peran yang sangat penting. Lulusan HBS termasuk golongan terpelajar yang menjadi tokoh-tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Salah satu tokoh proklamator, Soekarno, adalah salah satu alumnus HBS yang memiliki peran besar dalam sejarah kemerdekaan negara ini.

Baca Juga: 5 Bangunan Sekolah yang Terkenal Angker di Indonesia, Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda

Bangunan Bersejarah dengan Gaya Kolonial

Bangunan SMA N 1 Semarang, yang dulunya adalah HBS, memiliki arsitektur bergaya kolonial yang kental, menjadi salah satu ciri khas sekolah ini. Bangunan utama sekolah berbentuk trapesium, dengan sayap kanan dan kiri yang menampung ruang kelas, serta bangunan tengah yang berfungsi sebagai kantor. Desain ini memberikan kesan gagah dan megah pada sekolah tersebut.

Seperti halnya bangunan khas Eropa pada umumnya, ruangan di SMA N 1 Semarang memiliki atap tinggi dan banyak ventilasi. Tujuan dari desain ini adalah untuk menjaga kelembapan udara dan memungkinkan sirkulasi udara yang baik, mengingat pada masa itu belum ada sistem pendingin ruangan.

Cerobong Asap sebagai Hiasan Eropa

Di bagian belakang sekolah, dekat dengan laboratorium, terdapat bangunan dengan cerobong asap. Meskipun Kota Semarang tidak memiliki musim dingin, cerobong ini merupakan bagian dari gaya Eropa yang dipengaruhi oleh iklim dingin di Eropa. Di sana, cerobong berfungsi untuk menghangatkan ruangan pada musim dingin, namun di SMA N 1 Semarang, cerobong ini hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif yang mencirikan gaya arsitektur Eropa.

Baca Juga: Studi Ini Ungkapkan Waktu Mulai Sekolah Lebih Lama Mungkin Siswa Tidur Cukup!

Dengan sejarah yang kaya dan arsitektur yang memukau, SMA N 1 Semarang tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga saksi bisu perjalanan panjang sejarah pendidikan di Indonesia.

Banner Z Creators Undip.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jaya, I. (2012). Hoogere Burgerschool (HBS)

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU