Kamis, 29 SEPTEMBER 2022 • 18:16 WIB

Fakta Ngawur Bulan Nabrak Bumi di Arktik, Proses Terjadi Gerhana Matahari Gak Begitu Loh

Author

Video hoaks yang menampilkan Bulan tabrak Bumi hingga terjadi gerhana Matahari. (Twitter/BeachDog15)

Belakangan heboh video yang menampilkan penampakan Bulan raksasa di Arktik antara Rusia dan Kanada. Video tersebut nemapilkan Bulan yang mendekati Bumi hingga terjadinya gerhana Matahari.

Meski akhirnya diketahui bahwa video tersebut hanyalah editan NFT, namun nyatanya mampu membuat banyak orang geger lantaran mempercayai bahwa video tersebut benar-benar bisa terjadi.

Baca Juga: Bakal Ada 4 Gerhana Bulan dan Matahari yang Bisa Terjadi Tahun Ini, Kata Astronom

Lantas, timbul pertanyaan apakah benar jika Bulan mendekati atau menabrak Bumi akan menjadi peristiwa Gerhana Matahari?

Dikutip dari Livescience, jika Bulan jatuh ke Bumi akan menimbulkan beberapa dampak yang tentunya mengancam keselamatan hidup manusia. Banyak hal yang super dahsyat akan melanda manusia hingga mampu mengancam kehidupan skala besar.

Dampak Bulan jika mendekati atau jatuh ke Bumi

Ada beberapa dampak yang akan dirasakan oleh manusia jika benar Bulan akan mendekati Bumi seperti yang ditampilkan dalam video hoaks tersebut. Salah satunya ialah bakal terjadi gelombang besar yang akan menyapu daratan.

Seperti yang diketahui, Bulan menjadi faktor penentu tingginya air laut di Bumi. Hal ini lantaran adanya gravitasi Bulan yang mempengaruhi air laut sehingga apabila Bulan semakin mendekati Bumi maka akan ada gelombang tinggi yang super dahsyat menyapu daratan, bahkan lebih besar dari tsunami.

Penampakan video hoaks Bulan jatuh ke Bumi. (Twitter/BeachDog15)

Baca Juga: Warga di Papua Bisa Lihat Gerhana Bulan Total dengan Mata Telanjang Rabu Depan

Selain dampak tersebut, sebelum Bulan benar-benar jatuh ke Bumi, manusia akan mendapati seranag asteroid yang berhasil tembus ke dalam ozon dan menghantam daratan Bumi. Sehingga tak akan mungkin Bulan jatuh ke Bumi tanpa ditandai dengan hujan asteroid atau dikenal dengan hujan meteor.

Iklim juga bakal berubah

Perubahan iklim juga tentunya akan berpengaruh akibat Bulan yang semakin mendekat ke Bumi. Hal ini akibat asteroid yang berhasil menembus dinding ozon Bumi mengakibatkan panas Bumi semakin meningkat.

Hal ini lantaran saat ozon mampu ditembus oleh asteroid, maka sinar Matahari pun mampu masuk dengan nyata ke Bumi tanpa adanya penyaring yang selama ini disebut sebagai ozon.

Fakta Peristiwa Gerhana Matahari

Jika dilihat dari video yang beredar, setelah Bulan mendekati Bumi maka akan terjadi gerhana Matahari yang ditandai dengan langit gelap dan cahaya matahari terlihat tertutupi oleh Bulan.

Dikutip Science Alert, gerhana matahari sendiri terjadi akibat bayang-bayang Bulan yang mengenai Bumi di mana cahaya Matahari dihalangi untuk mendarat ke Bumi.

Ilustrasi gerhana Matahari. (The Conversation)

Perisitiwa ini sendiri dikarenakan Bulan yang memang memiliki jarak terdekat dengan Bumi sehingga mampu menutupi cahaya Matahari yang menyinari Bumi.

Baca Juga: Eksplorasi ke Bulan, China dan UEA Jalin Kerja Sama

Jarak terdekat Bulan dengan Bumi rata-rata ialah 384.400 kilometer. Namun dikarenakan diameter Bulan lebih kecil daripada diameter Bumi, cahaya Matahari bukan serta merta tidak mampu masuk ke Bumi. Bahkan peristiwa gerhana Matahari hanya terjadi sekitar 7 menit saja.

Untuk gerhana Matahari total seperti yang ditampilkan dalam video tersebut merupakan hal yang mustahil lantaran di daratan Arktik sendiri dikutip dari National Geographic berlangsung selama 19 tahun sekali.

Terakhir, gerhana Matahari total di Arktik terjadi pada 2015 lalu sehingga menurut perhitungan yang telah dilakukan oleh banyak ilmuwan dan peneliti tidak mungkin 7 tahun setelah kejadian tersebut peristiwa ini berlangsung kembali.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU