Jumat, 08 JULI 2022 • 09:59 WIB

Jenazah Alexander Agung Jadi Penyebab Perang, Padahal Orangnya Udah Meninggal

Author

Ilustrasi perdebatan akan jenazah Alexander Agung. (Ancient Origins)

Kisah hidup Alexander Agung menjadi kisah yang menarik dalam sejarah, bahkan usai kematiannya pun masih meninggalkan ragam kisah yang menarik. Meski sudah meninggal, kekacauan demi kekacauan merebak di sudut negeri.

Dikutip dari Ancient Origins, kematian sang Alexander Agung di Babilon membuat kawasan tersebut menjadi kacau balau. Hal ini lantaran ia tak menyebutkan sosok yang meneruskan takhtanya sehingga membuat orang-orang Makedonia saling adu mulut menentukan nasib kekaisaran.

Baca Juga: Bucephalus, Bentuk Cinta Alexander Agung Bikin Kuda Kesayangan Jadi Nama Kota di Yunani

Perdikas, komandan Makedonia yang berpangkat tinggi di Babilon pun memberikan perhatian kepada mayat pemimpinnya tersebut. Alexander Agung akhirnya dibalsam dan dimumifikasi setara dengan para firaun Mesir kuno.

Selama dua tahun jenazah Alexander tetap berada di Babilon. Kereta pemakaman yang rumit pun dipersiapkan. Bukan kereta biasa, Perdikas memastikan kereta tersebut dirancang menyerupai kuil megah. Hal ini menggambarkan bahwa Alexander duduk di antara para dewa dimana kereta tersebut memiliki kolom-kolom indah dan berlapis emas.

Ptolemaios I Soter, gubernur Makedonia di Mesir, memiliki hubungan yang buruk dengan Perdikas. Sadar akan kekayaan dan potensi Mesir yang besar, Ptolemaios berambisi untuk melepaskan diri dari kendali Perdikas yang angkuh.

Ptolemaios pun menyusun siasat untuk merebut jenazah Alexander Agung yang menurutnya tubuh Alexander lebih dari sekadar mayat. Jenazah tersebut merupakan jimat yang mewakili otoritas dan legitimasi di dunia baru pasca-kematian sang pemimpin.

Jadi, siapa pun yang mengendalikan jenazah tersebut, memegang kekuasaan besar di kerajaannya.

Mengetahui hal tersebut, Perdikas pun bersiap-siap dengan pasukannya apabila terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Seakan bisa ditebak, pada tahun 321 SM, pembajakan pun dilakukan Ptolemaios dengan mengambil kereta jenazah Alexander Agung.

Kabar tentang pembajakan jenazah Alexander Agung oleh Ptolemaios membuat Perdikas murka. Harga dirinya seakan tercoreng dan segera menuju ke Mesir bersama pasukannya. Namun, Perdikas harus mati dalam medan perang perebutan jenazah sang Alexander Agung.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU