Zaman dahulu memang dikenal sebagai zaman yang cukup sulit bagi peradaban manusia untuk bersikap. Pasalnya, bukan tidak mungkin dari sikap kita bakal berakibat fatal bagi diri kita hingga mendapat hukuman yang berat.
Salah satu hukuman beratnya harus mengorbankan diri disiksa, dipukuli, dianiaya serta dibunuh dengan cara dipenggal, salib maupun digantung. Namun, kenapa hukuman ini kerap dijadikan senjata ampuh bagi penguasa ya?
Dikutip nationalgeographic, pengurbanan manusia benar-benar berfungsi dalam masyarakat kuno. Hipotesis kontrol sosial menunjukkan pengurbanan manusia digunakan oleh elit sosial untuk meneror kelas bawah.
Baca Juga: Rafael Nadal Setuju dengan Sanksi Keras untuk Pemain: Biar Bisa Tahan Emosi
Hal inii menjadi cara untuk menghukum pembangkangan dan menunjukkan otoritas. Pada akhirnya, pengurbanan manusia berfungsi untuk membangun dan memelihara sistem kelas dalam masyarakat.
Di Austronesia sendiri, pengurbanan manusia adalah hal yang biasa dalam budaya dengan sistem kelas yang ketat. Namun langka dalam budaya egaliter. Hal ini mampu menjadi korelasi yang menarik, dimana muncul pertanyaan apakah pengurbanan manusia berfungsi untuk membangun sistem kelas sosial. Atau sebaliknya, apakah sistem kelas sosial menyebabkan pengurbanan manusia.
Para peneliti yang mengamati kasus pengurbanan manusia mengambil kesimpulan bahwa pengurbanan manusia cenderung mendahului sistem kelas yang ketat dan membantu membangunnya. Terlebih lagi, pengurbanan manusia membuat budaya sulit untuk menjadi egaliter lagi.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: