Kuskus beruang merupakan salah satu spesies kunci Sulawesi yang tidak diketahui oleh banyak orang. Kuskus beruang juga termasuk kelompok satwa yang dilindungi karena terancam punah.
Sama seperti satwa lainnya, kuskus beruang kantung atau marsupial, seperti halnya kanguru tanah dan kanguru pohon di Papua.
Kuskus Beruang juga bagian dari marsupial arboreal yang hidup di kanopi hutan hujan tropis. Spesies ini hampir tidak diketahui status dan keadaan ekologisnya. Kuskus Beruang hanya ditemukan di beberapa pulau di Indonesia.
Sebuah hipotesis menyatakan bahwa isolasi yang menyebabkan Kuskus Beruang ditemukan di Pulau Sulawesi yang terjadi pada waktu Miosen yang menyebabkan perbedaan dari keluarga Phalangeridae.
Waktu Miosen sendiri suatu kala pada skala waktu geologi yang berlangsung antara 23,03 hingga 5,332 juta tahun yang lalu.
Dua Jenis Kuskus
Ilmuwan menggolongkan populasi kuskus beruang ke dalam satu spesies. Namun, ditemukan beberapa perbedaan dari yang ditemukan. Ada dua jenis yang termasuk dari golongan spesies tersebut.
1. Kuskus Beruang Talaud
Kuskus beruang talaud (Ailurops melanotis) adalah spesies marsupial dari keluarga Phalangeridae. Kuskus beruang talaud adalah hewan endemik dari Pulau Salibabu bagian dari Kabupaten Kepulauan Talaud. Hewan ini memiliki habitat pada iklim subtropik atau di hutan tropik.
2. Kuskus Beruang Sulawesi
Kuskus beruang sulawesi (Ailurops ursinus) adalah spesies marsupialia dari famili Phalangeridae. Satwa ini hidup di hutan tropis dataran rendah yang lembap, endemik di Pulau Sulawesi dan pulau-pulau disekitarnya.
Baca juga: Sejarah 27 Desember: Pembangunan Hagia Sophia Selesai hingga Berdirinya Bank Dunia
Keunikan Kuskus Beruang
Ada perbedaan antara kuskus beruang Sulawesi dan kuskus beruang Taulud. Perbedaan tersebut terletak pada tempat atau lokasi habitat, serta kuskus beruang Talaud ukurannya lebih kecil dan warna bulunya lebih coklat muda.
Kuskus beruang merupakan jenis kuskus yang paling besar dan paling primitif, memiliki panjang tubuh mulai dari kepala hingga ujung ekornya lebih dari satu meter.
Kuskus beruang juga tercatat sebagai mamalia terbesar di tajuk atas hutan Sulawesi, selain monyet yaki.
Kuskus Beruang (Ailurops ursinus) memiliki warna bulu keabu-abuan, memiliki ekor prehensil, pendiam, pemalu, mamalia berkantung dan memiliki pergerakan lamban.
Habitat Kuskus Beruang
Kuskus beruang biasanya ditemukan di hutan basah dataran rendah tropis yang tidak terganggu. Kuskus beruang merupakan spesies diurnal (beraktivitas pada siang hari), dan sifatnya arboreal dan sering ditemukan saling berpasangan.
Makanannya terdiri dari berbagai macam daun, lebih memilih daun muda, dan seperti banyak binatang arboreal lainnya yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk beristirahat untuk dicerna.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: