Selasa, 12 OKTOBER 2021 • 15:53 WIB

Nama 'White House' sebagai Istana Presiden AS Ditetapkan 12 Oktober 1901

Author

White House Amerika Serikat. (YouTube/White House Goverment)

Apa yang ada dikepala kamu ketika disebutkan dengan Gedung Putih atau White House? Tentunya kebanyakan orang langsung tertuju pada bangunan Istana Kepresidenan Amerika Serikat. 

Istana Kepresidenan Amerika Serikat ini adalah salah satu gedung paling ikonik yang dibangun sejak 1792. Disebut White House tentu saja karena seluruh dindingnya berwarna putih. 

Namun, tahukah kamu bahwa ada mitos yang populer tentang pemberian nama ini yang dikaitkan dengan peristiwa mengerikan pada 1812.

Pada tahun 1812, telah terjadi perang antara Amerika-Inggris. Dimana Inggris pada saat itu berhasil menguasai beberapa wilayah AS.

Baca Juga: Kilas Balik Bom Bali 12 Oktober 2002, Benarkah Bentuk Balas Dendam Terhadap Afghanistan?

Pada 24 Agustus 1814, setelah mengalahkan pasukan Amerika Serikat dalam Perang Bladensburg, pasukan Britania yang dipimpin Mayor Jenderal Robert Ross menduduki Washington D.C. dan membakar berbagai gedung publik, termasuk 'Rumah Presiden', Gedung Capitol, dan berbagai fasilitas Pemerintah Amerika Serikat.

Akibat serangan itu, 'Rumah Presiden' mengalami kehancuran di beberapa bagian.

Sepanjang sejarah Amerika, Britania Raya adalah satu-satunya negara yang pernah membakar 'Rumah Presiden' atau Gedung Eksekutif'. 

Ini juga menjadi satu-satunya kejadian sejak Perang Revolusi Amerika Serikat ketika sebuah kekuatan asing merebut dan menduduki ibukota Amerika Serikat. 

Setelah kebakaran, beberapa peristiwa kelam juga terjadi di 'Rumah Presiden'. Salah satunya terbunuhnya Presiden Amerika Serikat ke-25, William McKinley, yang menjabat sejak 1897 hingga 1901. 

McKinley ditembak oleh seorang anarkis bernama Leon Czolgosz, yang menimbulkan luka cukup berat dan menyebabkan McKinley meninggal seminggu kemudian.

'Rumah Presiden' mengalami perubahan nama pada masa presiden ke-26, Theodore Roosevelt. Ia tidak lagi menyebut 'Rumah Presiden' atau 'Gedung Eksekutif' melainkan 'White House–Washington' atau 'Gedung Putih Washington'. 

Pemberian nama itu juga menjadi suatu pembaruan atas semua peristiwa yang terjadi. Pada 12 Oktober 1901, nama itu diresmikan dan menjadi lebih ringkas; 'White House' atau 'Gedung Putih' sesuai dengan permintaan Roosevelt.

Pada 17 Oktober, Sekretaris Presiden, George B. Cortelyou, mengirimkan sebuah catatan kepada Menteri Luar Negeri John Hay. Surat serupa juga dikirimkan ke kepala semua agensi lainnya.

Dalam catatan itu, administrasi memberi tahu senat bahwa presiden ingin  mengubah judul atau garis waktu semua surat kabar dan dokumen resmi yang memerlukan tanda tangannya, dari 'Gedung Eksekutif' menjadi 'Gedung Putih'. 

Catatan itu juga menyampaikan rasa duka setelah kematian Presiden William McKinley pada 14 September setelah ditembak oleh seorang pembunuh pada 8 September.

"Tuan yang terhormat, saya diarahkan oleh presiden untuk menyampaikan kepada Anda keinginannya untuk mengubah judul atau garis tanggal, dari semua surat kabar dan dokumen resmi yang memerlukan tanda tangannya," isi surat yang dikirimkan pada 12 Oktober 1901.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU