Rabu, 22 SEPTEMBER 2021 • 09:44 WIB

Sadis, Tiga Hukuman Bangsa Romawi Kuno Ini Sangat Tak Berperikemanusiaan

Author

Ilustrasi orang digerogoti tikus. (Anehdidunia)

Hukuman sadis bisa menjadi cara untuk menjaga ketertiban dan meredam sikap pembangkangan dari suatu masyarakat. Hal tersebutlah yang dilakukan oleh bangsa Romawi Kuno.

Negara penguasa Eropa di masa silam tersebut diketahui pernah menerapkan aneka macam hukuman dan penyiksaan yang sangat sadis kepada para korbannya. Beberapa diantaranya yakni:

 

1. Dikubur hidup-hidup

Dari sekian banyak kaisar kejam Romawi yang tercatat dalam sejarah, Nero adalah salah satu yang paling terkenal. Salah satu contoh kekejaman Nero dapat dilihat pada metode eksekusi yang dipilihnya.

Jika terdapat wanita penjaga kuil yang sampai ketahuan melanggar sumpah untuk menjaga keperawanannya, wanita tersebut dikurung di dalam sebuah gua dan dibiarkan mati kelaparan.

Ilustrasi dikubur hidup-hidup. (mithology.id)

Dalam kasus lain, korban akan dipaksa melakukan penggalian. Saat lubang yang digali sudah cukup dalam, bagian dalam lubang kemudian akan dipasangi dengan duri. Korban sesudah itu akan didorong masuk ke dalam liang hingga tertancap.

 

2. Dijahit di dalam perut keledai

Di masa Romawi Kuno, keledai juga memiliki peran tambahan yakni bisa digunakan sebagai sarana penyiksaan.

Baca Juga: Ingin Tanaman Aglonema Tampak Semakin Menarik dan Berdaun Lebat? Ini Tipsnya

Untuk melakukan penyiksaan, mula-mula keledai akan dibunuh lebih dulu. Perut keledai yang sudah tak bernyawa tersebut lalu dibelah dan isi perutnya dikeluarkan.

Ilustrasi dijahit di dalam perut keledai. (Anehdidunia)

Tahanan yang hendak dihukum mati selanjutnya akan ditelanjangi dan dimasukkan ke dalam perut keledai. Orang yang dimasukkan ke dalam rongga perut keledai itu harus berada dalam posisi meringkuk.

Perut keledai tersebut lalu dijahit supaya tubuh orang tadi terjebak di dalamnya. Namun bagian kepala orang itu dibiarkan tersembul keluar dari perut keledai supaya ia tetap bisa bernapas.

Bangkai keledai tadi beserta orang di dalam perutnya akan ditempatkan di bawah sinar matahari terik. Akibat terpapar oleh sinar matahari, orang tadi secara otomatis akan merasa kepanasan dan mulai melepuh. Sementara tubuh keledai tempatnya terjebak bakal mulai mengalami pembusukan. Setelah beberapa lama, lalat akan mulai mengerubungi tubuh keduanya.

 

3. Organ tubuh dilubangi tikus

Untuk melaksanakan penyiksaan menggunakan tikus, mula-mula korban akan dibaringkan di atas meja dengan tangan dan kaki yang terikat. Sangkar logam kecil yang berisi tikus kemudian ditempatkan di atas perut korban.

Ilustrasi digerogoti tikus. (anehdidunia.com)

Algojo sesudah itu akan menginterogasi korban. Jika korban menolak untuk buka mulut, kandang tikus yang ada di atas tubuhnya tadi akan dipanaskan. Akibatnya, tikus yang ada di dalam kandang pun mulai berlarian karena kepanasan.

Karena tikus tersebut tidak bisa melarikan diri melalui terali kandang, tikus tersebut lantas akan menggerogoti perut korban supaya bisa lolos dari panas.

Selanjutnya sudah bisa diduga, korban bakal berteriak kesakitan saat tikus tersebut menggeliat masuk ke dalam tubuhnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU