Moderna telah menahan pasokan sekitar 1,63 juta dosis di Jepang usai diberitahu mengenai kontaminasi botol vaksinasi COVID-19 dengan partikel. Kontaminasi ini bisa terjadi karena masalah manufaktur di salah satu jalur produksi pada lokal manufaktur kontraknya di Spanyol.
"Sampai saat ini, tidak ada masalah keamanan atau kemanjuran yang telah diidentifikasi," kata Moderna, menambahkan bahwa pihaknya akan bekerja dengan mitranya Takeda Pharmaceutical serta regulator untuk mengatasi masalah tersebut.
Di sisi lain, Takeda mengatakan pihaknya lakukan pemeriksaan darurat setelah partikulat ditemukan pada banyak botol vaksin di tempat inokulasi.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa pihaknya memutuskan untuk menarik beberapa dosis sebagai tindakan pencegahan setelah berkonsultasi dengan Takeda, tetapi akan berusaha untuk meminimalkan dampak penarikan pada rencana inokulasinya.
Perdana Menteri Yoshihide Suga mengatakan bahwa sekitar 60 persen masyarakat akan divaksinasi penuh pada akhir bulan September dan bahwa negara itu mempunyai cukup vaksin untuk memberikan dosis booster jika keputusan seperti itu diambil.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: