Senin, 24 MEI 2021 • 15:34 WIB

Peneliti Berhasil Temukan Virus Korona Baru yang Menular ke Manusia, Berasal dari Anjing!

Author

Anjing. (photo/Ilustrasi/Pexels/Adrianna Calvo)

Virus korona baru telah ditemukan, dan mungkin menular dari anjing ke manusia. Ini didasarkan pada studi baru, peneliti deteksi korona anjing baru dalam sampel usap yang diperoleh dari seorang anak Malaysia yang didiagnosis dengan pneumonia pada 2018. 

Jika virus itu dipastikan menyebabkan penyakit pada manusia, itu akan menjadi virus korona manusia kedelapan yang diketahui dan yang pertama kali berasal dari anjing. Tetapi, penelitian yang diterbitkan pada 20 Mei di jurnal Clinical Infectious Diseases, tidak dapat membuktikan bahwa apakah virus korona pada anjing sebabkan pneumonia pada anak atau apakah mikroba lain jadi penyebabnya. 

Dan, bahkan jika virus anjing memang menyebabkan penyakit pada pasien ini tiga tahun lalu, tidak jelas apakah virus corona ini, yang secara genetik mirip dengan virus corona anjing lainnya dapat menyebar di antara manusia. Melihat hal itu, Dr. Gregory Gray, salah seorang profesor kedokteran memberikan komentarnya. 

"Seberapa umum virus [anjing] ini, dan apakah dapat ditularkan secara efisien dari anjing ke manusia atau antar manusia, tidak ada yang tahu," ungkapnya. 

Tetapi, peneliti mengatakan temuan mereka menggarisbawahi ancaman virus korona hewan terhadap manusia, risiko yang makin jelas mengingat pandemi korona, yang disebabkan oleh virus corona SARS-COV-2. 

Peneliti awalnya mulai kembangkan tes diagnostik yang dapat mendeteksi berbagai jenis virus korona, tidak hanya SARS-COV-2. Untuk mengevaluasi tes itu, mereka menggunakannya untuk analisi 301 sampel yang dikumpulkan pada 2017 dan 2018 dari pasien pneumonia yang dirawat di rumah sakit di Sarawak, Malaysia. 

Mereka menemukan bahwa delapan dari 301 sampel dinyatakan positif mengidap virus korona anjing baru. Temuan itu sangat mengejutkan sehingga peneliti awalnya mengira mereka telah lakukan kesalahan.

Jadi, para peneliti pun menguji ulang delapan sampel dengan metode berbeda. Salah satu sampel tumbuh di sel anjing, dan peneliti mampu mengisolasi virus dan mengurutkan genomnya. Mereka mengonfirmasi bahwa virus CCov-HuPn-2018, adalah virus korona anjing baru. Virus ini juga mengandung segmen materi genetik dari virus korona kucing dan babi. Penemuan ini tunjukkan virus ini juga menginfeksi kucing dan babi di masa lalu.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU