Para ilmuwan dari Swedia meluncurkan teknologi pemindaian yang bertujuan untuk mendeteksi sejumlah kecil bahan nuklir. Hal ini dilakukan dengan harapan dapat mencegah aksi terorisme nuklir.
Salah seorang profesor fisika di KTH Royal Institute of Technology, Bo Cederwall mengatakan bahwa teknologi itu dapat digunakan di bandara dan pelabuhan untuk pemeriksaan rutin penumpang dan barang. Penelitian ini telah diterbitkan dan ditampilkan di jurnal Science Advances and Science.
Suatu bentuk tomografi, sistem ini mungkinkan pencitraan 3D cepat dari sumber neutron dan emisi sinar gamma dari plutonium tingkat senjata dan bahan nuklir khusus lainnya. Sistem Neutron-Gamma Emission Tomography melampaui kemampuan monitor portal radiasi yang ada, dengan mengukur kolerasi waktu dan energi partikel yang dipancarkan dalam fisi nuklir, dan menggunakan algoritma pembelajaran mesin untuk memvisualisasikan dari mana asalnya.
"Teknologi ini memiliki sensitivitas yang sangat tinggi dan dalam beberapa detik dapat mendeteksi jumlah gram plutonium tergantung pada aplikasi dan komposisi isotop plutonium," ungkap Cederwall.
"Butuh waktu lebih lama untuk mendapatkan gambar yang benar-benar bagus sehingga Anda dapat melihat dengan tepat di mana plutonium berada. Namun, ini dapat dilakukan sepenuhnya secara otomatis." lanjutnya.
"Dalam keadaan darurat radiologi, sangat penting untuk dapat dengan cepat memetakan pencemaran radioaktif di lingkungan untuk melindungi penduduk dengan cara terbaik," tutupnya.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: