Nama "Segitiga Naga" diambil dari legenda kuno Jepang yang menyebutkan bahwa di kawasan perairan ini dihuni oleh beberapa ekor naga.
Mitos tersebut kemudian dipercaya sebagai alasan di balik terjadinya berbagai kasus kehilangan dan kecelakaan di perairan terkait.
Seperti halnya misteri yang melingkupi Segitiga Bermuda, kawasan perairan Segitiga Naga juga dianggap bertanggung jawab atas berbagai laporan kapal dan pesawat hilang sejak era pasca-berakhirnya Perang Dunia II.
Pada zaman kuno kejadian seperti itu dijelaskan sebagai intervensi para dewa, setan, dan makhluk mitos. Hari ini, nasib kru dan kru yang hilang tetap menjadi misteri, meskipun banyak penjelasan yang telah diajukan.
Namun, baru pada akhir 1960an, perhatian barat tertarik pada fenomena timur ini, dan dihubung-hubungkan dengan Segitiga Bermuda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber:
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU