INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu lagi asyik nongkrong atau fokus ngerjain tugas, tiba-tiba telinga sebelah kiri kamu bunyi nging yang lumayan panjang? Rasanya pasti aneh banget, kan?
Fenomena ini sering banget bikin kita bertanya-tanya, apakah ini cuma masalah kesehatan biasa atau ada pesan rahasia dari langit yang dikirim buat kita.
Di tengah masyarakat kita, telinga berdenging memang selalu dikaitkan dengan berbagai mitos dan kepercayaan spiritual yang sudah turun-temurun.
Ada yang bilang lagi dibicarakan orang, ada juga yang bilang bakal dapat kabar buruk. Tapi, gimana sih sebenarnya pandangan yang lebih dalam mengenai hal ini jika dilihat dari kacamata religi dan medis?
Dilansir dari YouTube @Naura Rioken, fenomena telinga berdenging ini ternyata punya tempat tersendiri dalam diskusi keagamaan, meskipun kita tetap harus bijak dalam menyikapinya agar tidak terjebak dalam kecemasan yang berlebihan.
Baca juga: Arti Kedutan Mata Kanan Bawah Menurut Warisan Leluhur Nusantara, Benarkah Pertanda Baik dan Buruk?
Mengenal Kondisi Medis yang Disebut Tinnitus
Sebelum kita melangkah jauh ke sisi spiritual, mari kita bahas dulu apa yang sebenarnya terjadi dari sisi kesehatan.
Dalam dunia medis, telinga yang berdenging ini dikenal dengan istilah tinnitus. Jadi, tinnitus itu adalah kondisi di mana seseorang merasakan suara berdenging, berdesing, atau bahkan siulan di dalam telinganya padahal nggak ada sumber suara dari luar yang nyata.
Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, baik itu di telinga kiri, kanan, atau keduanya sekaligus.
Walaupun biasanya nggak bikin sakit secara fisik, suara nging yang muncul terus-menerus ini jelas ganggu banget, apalagi kalau kamu lagi butuh konsentrasi tinggi atau lagi mau tidur tenang.
Secara medis, pemicunya bisa macam-macam, mulai dari paparan suara keras sampai masalah pada saraf pendengaran kita.
Kedudukan Penting Indra Pendengaran dalam Ajaran Islam
Dalam Islam, telinga bukan sekadar organ tubuh biasa yang menempel di kepala. Telinga dipandang sebagai salah satu indra paling penting dan hadiah luar biasa yang diberikan Allah kepada manusia.
Kalau kita buka Al-Qur'an, tepatnya dalam Surat An-Nahl ayat 78, disebutkan kalau Allah mengeluarkan kita dari perut ibu dalam keadaan nggak tahu apa-apa, lalu Dia memberi kita pendengaran, penglihatan, dan hati agar kita bersyukur.
Ayat ini menunjukkan kalau pendengaran adalah pintu pertama bagi kita untuk belajar dan mengenal dunia.
Selain buat dengar musik atau ngobrol sama teman, telinga punya peran besar buat menjaga keseimbangan tubuh kita agar tetap stabil dalam beraktivitas sehari-hari.
Mitos Dibicarakan Orang di Balik Suara Berdenging
Salah satu tafsiran paling populer yang sering kita dengar di tongkrongan atau dari orang tua adalah kalau telinga kiri berdenging, berarti ada orang lain yang lagi membicarakan atau menyebut nama kita di belakang.
Kepercayaan ini kuat banget di kalangan masyarakat dan sering bikin kita jadi parno sendiri.
Katanya, kalau sebelah kiri yang bunyi itu tandanya lagi dibicarakan yang nggak baik, sedangkan kalau sebelah kanan itu lagi dipuji.
Sebenarnya, ada riwayat yang menyebutkan kalau telinga seseorang berdenging, itu artinya Rasulullah sedang menyebut orang tersebut, maka dianjurkan untuk membaca salawat.
Namun, banyak ulama yang mengingatkan kita untuk tidak langsung menelan mentah-mentah mitos tersebut sebagai sebuah kepastian yang mutlak.
Sinyal Gaib sebagai Pengingat untuk Kembali Berdoa
Penjelasan lain yang lebih menyentuh hati adalah menganggap telinga berdenging sebagai alarm spiritual.
Kondisi ini sering dianggap sebagai sinyal agar seseorang segera berhenti sejenak dari kesibukan dunianya dan kembali mengingat Allah.
Mungkin saja kita lagi terlalu asyik sama urusan pekerjaan atau gadget sampai lupa waktu ibadah, lalu Tuhan memberikan peringatan lewat suara di telinga tersebut.
Ini bisa jadi momen buat kita buat langsung berzikir atau sekadar menarik napas panjang sambil mengucap syukur.
Mengubah rasa tidak nyaman dari suara berdenging menjadi pengingat untuk berdoa tentu jauh lebih positif daripada kita sibuk menebak-nebak siapa yang lagi ngomongin kita di belakang.
Tanda Datangnya Keberkahan dan Rahmat Tuhan
Menariknya, dalam beberapa literatur seperti kitab Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq, dijelaskan bahwa ada hal-hal tertentu yang bisa memicu sensasi unik pada indra kita, termasuk saat kita mendengar atau membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an, mendengar suara zikir, atau selawat.
Dalam konteks ini, telinga berdenging sebelah kiri bisa diartikan sebagai tanda kalau seseorang sedang mendapat curahan berkah dan rahmat.
Jadi, daripada merasa takut atau khawatir ada hal mistis yang jahat, lebih baik kita menganggapnya sebagai bentuk kehadiran energi positif di sekitar kita. Pandangan ini bikin kita merasa lebih tenang dan terlindungi secara spiritual.
Kenyataan Mengenai Ketiadaan Dalil yang Tegas
Meskipun banyak banget penjelasan dan makna yang beredar di masyarakat, kita perlu jujur pada diri sendiri kalau secara syariat nggak ditemukan dalil atau hadis shahih yang benar-benar tegas membedakan arti antara telinga kiri dan kanan yang berdenging.
Sebagian besar penjelasan yang ada adalah hasil ijtihad atau penafsiran para ulama terdahulu berdasarkan pengalaman spiritual, bukan berdasarkan teks hukum yang kaku.
Oleh karena itu, kita nggak perlu memaksakan diri buat mencari arti yang paling benar secara mutlak.
Islam adalah agama yang memudahkan, bukan agama yang bikin pusing dengan ramalan-ramalan yang nggak berdasar pada sumber yang kuat.
Anjuran Tindakan saat Telinga Mulai Berdenging
Lalu, apa yang harus kita lakukan pas telinga tiba-tiba bunyi nging? Daripada sibuk spekulasi atau malah jadi cemas nggak jelas, Islam punya solusi yang sangat elegan.
Sangat dianjurkan buat kita buat langsung membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW atau mengucapkan kalimat-kalimat tayyibah seperti zikir.
Kamu bisa baca Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad atau sekadar mengucap Alhamdulillah.
Dengan melakukan ini, fokus kita langsung berpindah dari rasa tidak nyaman ke arah ibadah.
Ini adalah cara yang paling keren buat menghadapi gangguan kecil di tubuh kita dengan cara yang sangat berkelas dan berpahala.
Pentingnya Memiliki Sikap Tawakal dan Tenang
Segala sesuatu yang terjadi pada tubuh kita, termasuk hal sekecil telinga berdenging, sebenarnya adalah bagian dari takdir dan ketetapan Allah yang harus kita terima dengan lapang dada.
Memiliki sikap tawakal atau berserah diri itu penting banget buat menjaga kesehatan mental kita.
Kalau suaranya muncul, ya sudah, hadapi dengan tenang. Kalau suaranya hilang, ya syukuri.
Jangan sampai fenomena sederhana ini malah bikin kamu jadi nggak fokus kerja atau malah jadi curigaan sama teman sendiri gara-gara mikir lagi diomongin.
Ketenangan batin adalah kunci utama agar kita tetap bisa menjalani hidup dengan produktif tanpa terganggu oleh mitos-mitos yang belum tentu benar.
Baca juga: Arti Kedutan Mata Kiri Atas Menurut Primbon, Konon Ada Tanda Baik yang Bikin Hati Adem
Sebagai generasi yang hidup di zaman modern, kita harus pintar menyeimbangkan antara logika medis dan keyakinan spiritual.
Kalau telinga kamu berdenging dalam waktu yang sangat lama, terasa sakit, atau bikin pusing, jangan cuma nunggu keajaiban lewat doa saja, tapi segeralah periksa ke dokter THT.
Mungkin saja itu memang gejala masalah fisik yang butuh penanganan medis. Tapi secara bersamaan, tetaplah menjaga hati dengan terus berzikir.
Islam nggak pernah melarang kita buat berobat, justru kesehatan adalah amanah yang harus dijaga.
Jadi, tetap sehat secara fisik dan tetap tenang secara batin adalah kombinasi terbaik buat menghadapi apa pun yang terjadi pada tubuh kita.
Gimana, sekarang sudah nggak bingung lagi kan kalau tiba-tiba telinga sebelah kiri kamu berdenging?
Intinya, tetap santai, jangan lupa selawat, dan tetap fokus sama apa yang lagi kamu kerjakan.
Fenomena ini mungkin cuma pengingat kecil dari Tuhan buat kita agar nggak lupa untuk bersyukur atas nikmat pendengaran yang masih kita miliki sampai detik ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube