Ilustrasi bulan menabrak bumi. (Freepik/freepik)
Kemunculan bulan mini pada 2 Juli 2022 lalu ternyata menyimpan bahaya yang cukup mengkhawatirkan. Bulan mini bernama 2022 NX1 itu ternyata bukanlah objek langit biasa.
Dikutip dari Iflscience, bulan mini yang ditemukan oleh dua orang astronom Grzegorz Duszanowicz dan Jordi Camarasa itu memiliki wilayah orbit yang membuat para ilmuwan bingung.
Ada yang berpendapat 2022 NX1 adalah asteroid yang tertarik pada orbit bumi. Ada juga yang tetap menganggapnya sebagai sampah luar angkasa dan ada pula yang meyakinin kalau objek itu merupakan pecahan bulan atau ejecta bulan.
Hal itu yang kemudian diselidiki oleh sekelompok peneliti dengan menggunakan teleskop besar Gran Telescopio Canarias di La Palma, Spanyol. Dari sanalah dapat dipastikan kalau 2022 NX1 tidak terlihat buata atau bagian yang terlepas dari bulan.
Dalam pengamatan itu juga, 2022 NX1 masuk sebagai asteroid kategori K dan bisa dibilang sebagai bulan mini. Dalam perhitungan mereka 2022 NX1 justru sebenarnya pernah terlihat juga di orbit bumi.
Tepatnya sepanjang 1980-1981 dimana 2022 NX1 terlihat selama 29 hari. Setelah 2 Juli 2022, hal serupa kemungkinan juga akan terjadi di 2052.
Baca juga: Asteroid 'Pembunuh Planet' Ditemukan, Letaknya Tersembunyi di Matahari & Mulai Dekati Bumi
Sayangnya menurut pengamatan yang sama, 2022 NX1 sebanyak 1,2 persen diperkirakan bakal menabrak bumi. Peristiwa itu diprediksi terjadi antara 2075 hingga 2122.
"Hanya saja dengan ukuran lebar 5-10 meter, tabrakan tidak akan menimbulkan kerusakan yang besar meski tetap akan menimbulkan bunyi ledakan yang mengkhawatirkan," tulis laporan yang ada di Astronomy and Astrophysics.
Baca juga: Kata NASA Ada 30 Ribu Lebih Asteroid yang Bakal Menghujani Bumi, Ini Dampak Buruknya
Para ahli juga menjelaskan, mesi dimensinya kecil, 2022 NX1 masih jauh lebih besar dari bulan mini lain yang telah dikonfirmasi sebelumnya. Misalnya, CD3 2020 dianggap paling panjang 3,5 meter.
“Penemuan 2022 NX1 menegaskan bahwa bulan mini bisa lebih besar dari beberapa meter dan juga milik populasi heterogen dalam hal komposisi permukaan,” para penulis laporan menyimpulkan.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: