Deretan kasus pembunuhan yang dijadikan inspirasi lagu. (Youtube, ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Lazimnya, sebuah lagu mengangkat tema kisah cinta atau tema yang membuat pendengarnya berbunga atau galau. Namun siapa sangka ada beberapa musisi yang memutuskan membuat lagu yang terinspirasi dari beberapa kasus pembunuhan yang menyeramkan.
Beberapa kisah pembunuhan yang pernah terjadi memang menerikan, namun terhadap sisi kemanusiaan di dalam kasus kriminal yang membuat para musisi tergerak menjadikan tema. Tentunya mereka membuat lagu tersebut untuk menjadi bahan perenungan dan tak ada hal seperti itu lagi di kemudian hari.
Nah, ada berberapa lagu yang bertema kasus pembunuhan, termasuk kasus pembunuhan. Bahkan di antaranya terdapat band asal Indonesia.
Baca Juga: Cerita Lengkap Kasus Pembunuhan Gadis SMA di Jepang yang Terpecahkan Setelah 14 Tahun
Salah satu band indie asal Indonesia bernama Efek Rumah Kaca juga pernah membuat lagu yang terinspirasi dari kasus pembunuhan. Lagu berjudul ‘Di Udara’ sendiri terinspirasi dari kasus pembunuhan terhadap aktivis pembela hak asasi manusia (HAM) Munir yang kini masih belum tuntas.
Munir dibunuh dengan menggunakan racun arsenik di atas pesawat GA 974 saat mengunjungi Belanda setelah take off dari Singapura pada 7 September 2004 silam. Kasus kriminal berunsur politik kemudian berhenti setelah pilot bernama Pollycarpus Budihari Priyanto dijatuhi vonis 14 tahun hukuman penjara.
Namun pengungkapan kasus tersebut belum membuat publik puas. Termasuk para personil ERK. Aksi Kamisan pun digelar sampai saat ini, dan lagu ‘Di Udara’ selalu berkumandang di aksi tersebut.
Lagu milik band The Killers ini terinspirasi dari pembunuhan gadis bernama Jennifer Levin (18) oleh Robert Chambers (19) pada 1986 silam. Keduanya bertemu di bar dan kemudian pergi ke Central Park, New York.
Keduanya terlibat melakukan hubungan seks yang kasar, dimana Jennifer kemudian melukai Chambers dan membuat dirinya marah dan akhirnya membunuhnya. Jasad Jennifer ditinggal, sementara Chambers kembali ke rumahnya.
Polisi menemukan bukti bila, Jennifer dicekik hingga tewas. Media massa menyebut Chambers sebagai 'The Preppy Murder' atau pembunuh yang necis, mengingat Robert Chambers orang kaya dna bersekolah di sekolah mapan dan suka memakai baju yang rapi.
Kurt Cobain menulis lagu ini untuk bandnya, Nirvana setelah membaca tentang gsdis remaja berusia 14 tahun diculik sepulangnya nonton konser rock oleh Gerald Arthur Friend di tahun 1987 silam. Pelaku menyekap korban di mobil miliknya dan menyiksa korban dengan obor menyala.
Saat melewati pom bensin, korban yang melihat pelaku sedang lengah langsung melompat dari mobil pelaku dan minta tolong. Friend pun ditangkap polisi karena ia juga dikenali sebagai pembunuh dan pemerkosa gadis di bawah umur lainnya.
Dalam lagu ini, Kurt Cobain mencoba menggunakan sudut pandang sang pelaku kriminal.
Trio cult punk asal Chicago ini membuat lagu terinspirasi dari kasus pembunuhan West Memphis Three yang terjadi di tahun 1993 silam di West Memphis, Arkansan, Amerika Serikat. Disebut ‘three’ karena korban terdiri dari tiga bocah kecil yang tersangka pembunuhannya tiga remaja Jessie Misskelley (17), Jason Baldwin (16), dan Damien Echols (18).
Pada 5 Mei 1993, tiga bocah Steve Branch, Michael Moore, dan Christopher Byers dilaporkan hilang yang kemudian ditemukan dalam keadaan mengenaskan. Dari penyelidikan, terdapat tifa remaja yang diduga kuat membunuh korban dan terlibat dengan ritual setan.
Ketiganya pun mendapat hukuman seumur hidup dan satu di antaranya mendapat hukuman mati. Namun, 2007 silam ditemukan bukti baru yang menyatakan bila mereka ternyata tidak bersalah. Hal ini menjadi kasus salah tangkap terbesar di Amerika saat ini.
Lagu dari grup elektronik rock asal Amerika yang terinspirasi dari kasus pembunuhan imigran Afrika Amadou Diallo yang dilakukan empat orang polisi Ney York Police Department. Kasus penembakan ini terjadi pada Februari pada 1999 silam.
Pemuda berusia 23 tahun itu ditembak 41 kali oleh polisi. Mereka mengira bila sang pemuda akan mengeluarkan pistol dan langsung menmbaknya. Padahal korban hanya ingin mengambil dompet miliknya.
Grup alternatif R.E.M juga pernah membuat lagu yang terinspirasi dari kasus kriminal yang dilakukan oleh William Tager yang menyerang dan membunuh beberapa pekerja televisi. Ia pernah membunuh seorang pekerja panggung studio acara Today dan pembawa berita CBS Dan Rather di tahun 1986.
Alasan penyerangan William Tager sangat aneh. Ia merasa mendengar frekuensi yang menganggu di kepalanya dari media televisi tempat mereka bekerja. Sehingga saat menyerang Dan Rather, Tager berkata sambil memegang kepalanya yang merasa ada sesuatu yang berdengung di kepalanya.
Ia juga menyerang Rather dengan menggatakan kata-kata 'Kenneth.'
Lagu ini merupakan lagu bentuk protes Bob Dylan atas kejadian yang menimpa seorang petinju Rubin "Hurricane" Carter yang dituduh melakukan penembakan dan pembunuhan. Sang petinju didakwa 19 tahun dan kehilangan karir tinjunya.
Alkisah, tiga orang kulit putih membabi buta menembaki sebuah bar bernama Lafayette Grill di wilayah Paterson, New Jersey pada 17 Juni 1966 silam. Beberapa saksi berbohong dan mengatakan ada dua kulit hitam yang melakukan hal tersebut. Sehingga polisi asal menangkap Carter dan temannya yang tak bersalah.
Baca Juga: Pesinetron Lidya Pratiwi Masih Kerap Disindir tentang Kasus Pembunuhan Meski Sudah Bebas
Kisah ini pernah difilmkan di tahun 1999 dengan judul The Hurricane dengan bintang Denzel Washington. Lagu milik legenda folk dan peraih nobel sastra 2017 tersebut juga muncul di dalamnya.
Nah, apa lagu tema pembunuhan yang kalian tahu?
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: