Ilustrasi air laut berwarna hijau (Scuba.com)
Keadaan air laut di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan belakangan menghebohkan warga. Pasalnya, air laut tersebut mendadak berubah warna menjadi hijau dan berbau menyengat.
Kondisi itupun membuat ikan-ikan mati. Sehingga warga menduga fenomena tersebut menjadi tanda datangnya bencana.
“Fenomena air hijau dan berbau busuk di Kepulauan Selayar, membuat ikan-ikan teler. Ini dia buktinya,” ucap salah seorang warga dalam video TikTok @fatihlisba.
Warga tersebut memperlihatkan penampakan air laut di kepulauan Selayar yang tampak menghijau. Ia juga menunjukkan ikan-ikan yang berenang ke tepi pantai yang diduga karena mabuk mencium aroma busuk air laut.
Baca juga: Mirip di Zaman Nabi Musa, Jutaan Belalang Serbu Pemukiman Warga, Tanda Datangnya Bencana?
Peneliti Oseanografi Universitas Hasanuddin (Unhas), Muhammad Farid Samawi telah menanggapi fenomena air laut yang berubah warna tersebut.
Menurutnya fenomena perubahan warna air laut menjadi merah, cokelat, atau hijau, biasanya terjadi karena adanya penambahan zat ke dalam lingkungan laut.
Penambahan zat tersebut selanjutnya memicu pertumbuhan plankton, khususnya jenis fitoplankton yang memberikan warna pada air laut.
Hal inilah yang diyakininya terjadi pada kasus di Selayar. Di mana terdapat peningkatan populasi fitoplankton atau pemicu yang diistilahkan dengan blooming algal atau blooming fitoplankton yang menyebabkan pencemaran laut.
Baca juga: Viral! Fenomena Aneh Telaga Buret Tulungagung Banjir Padahal Enggak Ada Hujan
Fenomena alami itu, menurut dia, biasanya terjadi upwelling. Upwelling adalah pengangkatan massa air dari dasar ke permukaan yang menambah konsentrasi nutrien di permukaan, sehingga memacu pertumbuhan fitoplankton.
Namun, fenomena ini juga bisa disebabkan karena aktivitas manusia. Misalnya pencemaran akibat aktivitas industri atau pertanian.
@fatihlisba penomena air laut yang hijau dan berbau membuat ikan teler
? suara asli - Syamsul petualang - Syamsul petualang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: