Ilustrasi tertawa. (photo/Ilustrasi/Pexels/Helena Lopes)
INDOZONE.ID - Bukan rahasia lagi kalau kita akan spontan tertawa ketika melihat orang yang jatuh. Tawa ini bahkan muncul lebih dulu ketimbang keinginan untuk menolong.
Ternyata hal ini tak sekadar refleks lho. Pasalnya ada penjelasan ilmiah mengapa kita bisa berlaku demikian.
Dikitip dari Men's Health, psikolog Robert Provine, PhD menjelaskan kalau alam bawah sadar kita terbiasa menertawakan kejenakaan yang tak terduga.
Hal ini normal, bila sekadar melihat teman terjatuh di jalan, lalu kita tertawa. Tapi tidak normal, jika kamu melihat orang jatuh dalam kondisi parah, lantas menertawakannya.
Selain itu, menurut profesor psikologi di Texas A&M, Jyotsna Vaid, PhD tertawa bisa jadi cara paksa mengekspresikan bantuan atau kepuasan karena bukan kita yang jatuh.
Hal ini juga berhubungan dengan rasa ganjil yang seketika muncul. Di mana tertawa dapat menyampaikan ambiguitas, ketidaklogisan, dan ketidaktepatan.
Baca juga: Tertawa Setiap Hari Bisa Bikin Umur Panjang? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Selanjutnya, Dr William F Fry, psikiater dan founder gelotology (ilmu tawa) di Stanford University mengungkapkan 'play frame' menempatkan peristiwa di kehidupan nyata dalam konteks yang tidak serius dan memicu reaksi psikologis tidak biasa.
Dengan adanya play frame, akan menjadi hal yang lucu saat melihat teman terpeleset, tapi tidak menjadi hal yang lucu ketika melihat orang lain jatuh dari lantai gedung tertentu dan meninggal.
Ada juga Teori filsuf Thomas Hobbes yang mengungkapkan tawa bisa muncul dari perasaan superioritas. Ketika tertawa saat melihat orang jatuh, bisa jadi ledakan tawa yang muncul akibat kamu melihat kemalangan seseorang dan tanpa disadari menjadi bentuk cemoohan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: