Duel perceraian di abad pertengahan (Clauss Pflieger)
Perceraian di abad Pertengahan tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada aturan kejam yang mengikat dan mesti ditaati.
Di mana pasangan suami istri yang ingin bercerai di zaman itu harus melakukan pertempuran satu sama lain. Mereka harus mengalahkan pasangan jika ingin hubungan pernikahan berakhir.
Dikutip dari Cracked, Profesor dari Universitas Oklahoma, Kenneth Hodges menemukan sebuah manuskrip Jerman abad pertengahan yang bertuliskan aturan untuk ‘perceraian dengan pertempuran’.
Aturan itu menyebutkan pengadilan dengan pertempuran adalah bagian dari hukum Jerman yang berurusan dengan tuduhan antara dua pihak, di mana tidak ada saksi atau pengakuan.
Baca juga: Amanda Zahra Mendadak Bahas Cerai, Sakit Hati Suami Diduga Selingkuh sama Arawinda Kirana?
Siapa pun yang memenangkan duel dianggap benar. Itu pada dasarnya adalah duel yang disetujui secara hukum.
Aturan untuk perceraian dengan pertempuran ini berasal dari Fechtbuch Hans Talhoffer, yang ditulis pada tahun 1467. Buku ini berfungsi sebagai instruksi manual tentang bagaimana duel harus dilakukan.
Dalam aturannya pria ditempatkan di lubang sedalam satu meter setinggi pinggang, dengan satu tangan diikat di belakang punggungnya sementara wanita itu dibiarkan bergerak bebas. Kedua belah pihak mengenakan pakaian praktis, bodysuit one-piece.
Sang wanita kemudian dipersenjatai dengan tiga batu, masing-masing dibungkus dengan kain panjang untuk membentuk semacam tongkat ayun.
Si pria juga diberi tiga tongkat biasa.
Tongkatnya cocok dengan panjang kain wanita untuk memastikan bahwa jangkauannya sama. Pria juga tidak diizinkan meninggalkan lubangnya.
Untuk lebih membatasi, jika dia menyentuh tepi lubangnya dengan tangan atau lengannya, dia harus menyerahkan salah satu tongkatnya. Jika wanita itu menyerangnya saat pria menyerahkan tongkatnya, pada gilirannya, kehilangan salah satu batunya.
Aturan menempatkan pria itu pada posisi yang tidak menguntungkan, tetapi penting untuk diingat bahwa tidak mungkin wanita itu memiliki pelatihan tempur apa pun.
Lebih jauh, dalam segala jenis kontes fisik, kemungkinan besar laki-laki akan memiliki keunggulan dalam ukuran dan kekuatan. Jadi rintangan yang dikenakan pada pria itu adalah untuk mencoba dan membuat pertarungan seadil mungkin.
Baca juga: Haru! Momen Pertemuan Abang Adik Terpisah 15 Tahun karena Ortu Cerai: Gak Ada Mantan Abang
Kondisi untuk kemenangan tidak jelas. Beberapa sejarawan percaya bahwa tidak mungkin perkelahian sampai mati. Sebaliknya, keputusam mungkin tergantung pada hakim.
Tetapi jika pria kalah, dia harus dieksekusi dengan terhormat di alun-alun kota. Dan jika wanita yang kalah, sudah saatnya dia masuk ke dalam lubang untuk dikubur hidup-hidup. Hal inilah yang akan membuat pasangan terpisah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: