Ilustrasi Jepang dilanda Redface Pox. (Mistery of Universe)
Pada 1711 - 1716 tepatnya daerah Shitoku, Jepang pernah diserang wadah penyakit mematikan yang hanya menyerang kaum pria saja. Penyakit ini disebut dengan Redface Pox, yakni sebuah penyakit yang membuat kulit penderitanya mengalami bentol-bentol merah.
Dikutip dari Mistery of Universe, gejala Redface Pox dimulai dari bentol-bentol kecil hingga membesar dan merayap ke seluruh tubuh hingga menyebabkan kelumpuhan dan berakhir dengan kematian.
Baca Juga: Benarkah PSK Merupakan Profesi Tertua di Dunia? Berikut Jawabannya!
Penyakit ini membuat situasi Jepang mengalami masalah kekurangan akan populasi pria. Bahkan perbandingannya cukup tinggi yakni satu banding empat.
Semakin lama, kehidupan pria pun semakin berkurang yang menyebabkan masalah lainnya.
Semua pekerjaan pria pada umumnya dilakukan oleh perempuan dengan tangguh. Sementara para pria memilih untuk mengurung diri di rumah, demi menjaga kelangsungan hidup populasi di negara tersebut.
Pria pada saat itu hanya ditugaskan merawat diri di rumah dan parahnya lagi mereka menjadi pelacur untuk bisnis prostitusi di kalangan rakyat menengah.
Para pria yang tidak menderita penyakit tersebut pun memiliki tugas yang dimintai dan legal oleh kaisar yakni untuk membuahi para perempuan Jepang agar mampu memiliki keturunan di masa depan.
Efek pandemi membuat pria pada saat itu menjadi rebutan, banyak perempuan yang berebut untuk dibuahi dari pria yang mereka anggap menarik.
Bahkan saking parahnya lagi, para perempuan tak segan-segan menawarkan harga tinggi untuk membuahi mereka agar memiliki keturunan di masa yang akan datang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: