Para pendemo saat melawan tentara Soviet pada proses pembubaran Uni Soviet. (Wikipedia).
Pembubaran Uni Soviet telah berlangsung sejak 1988 dan berakhir pada 1991, dengan keputusannya pada 26 Desember 1991 silam. Sehingga pada akhirnya, negara tersebut terpecah menjadi beberapa negara, termasuk Rusia, Belarus, dan lain-lainnya.
Pada dasarnya, proses pembubaran ini terjadi secara tidak disengaja karena upaya Sekretaris Jenderal Mikhail Gorbachev untuk mereformasi sistem politik dan ekonomi Soviet dalam upaya untuk mengakhiri Era Stagnasi, yang mengakibatkan berakhirnya eksistensinya sebagai negara berdaulat.
Pada akhir tahun 1991, para pemimpin dari tiga pendiri dan republik terbesar Uni (SFSR Rusia, RSS Ukraina, dan RSS Byelorusia) menyatakan bahwa Uni Soviet tidak ada lagi, dan 11 republik lagi bergabung dengan mereka tidak lama kemudian.
Baca Juga: 4 Mitos yang Masih Dipercaya Masyarakat, Salah Satunya Tabrak Kucing Bisa Bikin Sial
Perseteruan Gorbachev dan Presiden Boris Yeltsin turut mewarnai proses tersebut.
Gorbachev menuduh Boris Yeltsin lawan lamanya dan presiden Rusia pertama pada masa pasca-Soviet, telah mencabik-cabik negara itu untuk mengutamakan kepentingan-kepentingan pribadinya sendiri.
Gorbachev harus terlebih dahulu pensiun sebagai pemimpin Partai Komunis karena praktis berhenti bekerja, kemudian mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden dan apa yang tersisa dari parlemen untuk secara resmi mengakui keruntuhan Uni Soviet.
Mengutip beberapa sumber, tepatnya 30 tahun lalu, Republik Soviet, majelis tinggi dari Uni Soviet Tertinggi, memilih Uni Soviet dibubarkan.
Hari berikutnya Yeltsin pindah ke bekas kantor Gorbachev, meskipun otoritas Rusia telah mengambil alih kamar itu dua hari sebelumnya. Angkatan Bersenjata Soviet ditempatkan di bawah komando Persemakmuran Negara-Negara Merdeka, tetapi akhirnya dimasukkan oleh republik-republik yang baru merdeka, dengan sebagian besar menjadi Angkatan Bersenjata Federasi Rusia.
Runtuhnya negara adikuasa dan berakhirnya perang dingin.
Pada akhir tahun 1991, beberapa institusi Soviet yang tersisa yang belum diambil alih oleh Rusia berhenti beroperasi, dan masing-masing republik mengambil peran pemerintah pusat.
Dengan berakhirnya kekuasaan komunis di Uni Soviet, banyak simbol Komunisme, misalnya patung dari mantan pemimpin seperti Vladimir Lenin, dibongkar.
Pembubaran Uni Soviet dan pembentukan negara-negara independen, berakhirnya Perang Dingin, serta kejatuhan Uni Soviet sebagai negara Adikuasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: