Penampakan kaca kilap pada Gurun Atacama. (photo/Dok. P.H. Schultz via Brown University)
Terdapat sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Geology dengan judul Widespread glasses generated by cometary fireballs during the late Pleistocene in the Atacama Desert, Chile pada November 2021, berisi mengenai penjelasan Gurun Atacama yang berada di Amerika Selatan dipenuhi dengan potongan kecil dari kaca silikat gelap.
Mengutip Smithsonian Magazine, ilmuwan sendiri sudah lama bertanya mengenai bagaimana kaca itu terbentuk. Kaca yang berada di gurung itu mirip dengan mineral yang dikumpulkan dari komet selama melakukan misi NASA, Stardust. Melihat hal itu, seorang ahli geologi dari Brown University, Pete Schultz memberikan komentarnya.
“Ini adalah pertama kalinya kami memiliki bukti yang jelas tentang kaca di Bumi yang diciptakan oleh radiasi termal dari bola api yang meledak tepat di atas permukaan,” katanya dalam satu pernyataan.
Saat melihat potongan itu, peneliti melihat adanya partikel dan butiran yang tidak sesuai dengan apa yang ditemukan pada wilayah berpasir itu. Beberapa peneliti menduga bahwa kaca itu dihasilkan dari kebakaran rumput pada zaman dahulu, karena daerah itu tidak selalu berupa gurun yang luas, mengutip pernyataan Brown University.
Ketika melakukan penelitian, mereka menemukan bahwa kaca itu menunjukkan bukti proses dipelintir dan digulung saat masih cair. Bukti tersebut konsisten dengan kaca yang terbentuk dari meteor besar yang jatuh ke bumi dengan ledakan di udara, yang menciptakan angin tornado. Melihat hal itu, ahli geologi Scott Harris memberikan komentarnya.
“Mineral itulah yang memberi tahu kita bahwa objek ini memiliki semua tanda komet. Memiliki mineralogi yang sama, seperti yang kita lihat dalam sampel Stardust, kaca ini adalah bukti yang sangat kuat bahwa apa yang kita lihat adalah hasil dari ledakan komet di udara,” ungkapnya.
Untuk saat ini, tim peneliti masih bekerja untuk menentukan usia pasti dari kaca. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan secara pasti kapan peristiwa tersebut terjadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: