Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 09 NOVEMBER 2021 • 16:47 WIB

Mengenang Bung Tomo, Pahlawan yang Terlibat Pertempuran 10 November

Mengenang Bung Tomo, Pahlawan yang Terlibat Pertempuran 10 NovemberBung Tomo. (Wikipedia)

Hari Pahlawan diperingati tanggal 10 November setiap tahunnya. Di tanggal tersebut, pernah terjadi pertempuran besar-besaran di Surabaya. Ada sejumlah tokoh pahlawan yang sangat berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Para pahlawan yang terlibat pertempuran 10 November tersebut bahkan masih dikenang sampai saat ini. Salah satu pahlawan yang masih dikenang adalah Sutomo atau lebih dikenal Bung Tomo. Bung Tomo lahir di Surabaya pada 3 Oktober 1920.

Bung Tomo menjadi salah satu pahlawan Indonesia yang jasanya sampai saat ini masih dikenang. Dalam pertempuran 10 November 1945, ia terus mengobarkan semangat para pejuang lewat radio.

Bung Tomo sebelumnya bekerja sebagai seorang jurnalis lepas di sejumlah media. Mulai dari majalah harian Soeara Oemoem, Pembela Rakyat hingga Poestaka Timoer.

Dia kemudian meninggalkan pekerjaannya dan bergabung menjadi anggota Gerakan Rakyat Baru dan pengurus Pemuda Republik Indonesia di Surabaya. Gerakan ini diketahui disponsori oleh Jepang.

Posisi tersebut membuat Bung Tomo memiliki banyak kesempatan dan akses untuk melakukan orasi lebih luas lagi lewat radio. Ia memanfaatkan peluang tersebut untuk membakar semangat juang orang Indonesia demi kemerdekaan.

Pada 12 Oktober 1945, Bung Tomo diberikan amanah untuk memimpin Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI) di Surabaya. Namun, pertempuran pada 10 November yang dipimpin Bung Tomo kalah.

Baca juga: Sejarah Hari Pahlawan: Mengenang Peristiwa Pertempuran Surabaya 10 November 1945

Meski demikian, namun masyarakat Surabaya dianggap berhasil memukul mundur pasukan Inggris untuk sementara waktu.

Bung Tomo jadi Menteri Negara Urusan Bekas Pejuang Bersenjata/Veteran

Bung Tomo dan istri. (Istimewa)

Di tahun 1950-1956, Bung Tomo bergabung dengan kabinet Perdana Menteri Burhanuddin Harahap. Ia menjabat sebagai Menteri Negara urusan Bekas Pejuang Bersenjata/Veteran merangkap Menteri Sosial.

Kemudian, di tahun 1956, Bung Tomo menjadi anggota konstituante mewakili Partai Rakyat Indonesia. Namun, partai tersebut akhirnya dibubarkan oleh Seokarno. Dia kemudian memprotes langkah Soekarno.

Di Orde Baru, Bung Tomo sempat muncul dan memberi dukungan kepada Seoharto. Namun, ia akhirnya balik badan dan mulai mengkritik kebijakan-kebijakan Soeharto.

Kritikan tersebut membuatnya harus mendekam di penjara selama setahun.

Setelah keluar dari penjara, Bung Tomo lebih memilih menghabiskan waktunya bersaa keluarga dan fokus beribadah.

Pada 7 Oktober 1981, Bung Tomo menghembuskan nafas terakhirnya di Padang Arafah saat menunaikan ibadah haji. Ia meninggal di usia 61 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Tanah Air, sesuai dengan permintaan mendiang semasa hidup.

Bukan di Taman Makam Pahlawan, jenazah Bung Tomo dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum Ngagel Surabaya.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mengenang Bung Tomo, Pahlawan yang Terlibat Pertempuran 10 November

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!