Anggrek paling jelek, Gastrodia agnicellus. (Livescience/Rick Burian)
Anggrek biasanya dihargai karena keanggunan dan keindahannya, tetapi spesies anggrek yang baru dideskripsikan dari Madagaskar mungkin tidak akan memenangkan kontes kecantikan apa pun.
Bunga aggrek ini lebih tepat dikatakan menyeramkan ketimbang indah.
Bunganya kecil berwarna coklat belang-belang, dan menyerupai kantong kertas berjamur. Bahkan sekilas terlihat seperti kepala cacing tanpa mata dengan mulut menganga.
Tak heran jika spesies yang baru ditemukan ini disebut sebagai "anggrek paling jelek di dunia" oleh Royal Botanical Gardens, Kew di Inggris.
Anggrek tak berdaun ini memiliki nama latin Gastrodia agnicellus. Ia tumbuh di bawah tanah dalam serasah daun yang membusuk selama sebagian besar siklus hidupnya, dan dipelihara oleh jamur.
Baca Juga: Bunga Lily, Peninggalan Air Susu Dewi yang Jatuh ke Bumi
Anggrek G. agnicellus ditemukan bersembunyi di bawah serasah daun di hutan Madagaskar yang lembab pada tahun 2019 oleh ahli botani Inggris, Johan Hermans.
Bentuknya yang bergelombang dan lonjong mengisyaratkan bahwa bunga itu termasuk dalam kelompok yang dikenal sebagai anggrek kentang, dan mekar dengan panjangnya sekitar 0,4 inci (1,1 cm).
Garstrodia agnicellus sendiri telah digolongkan sebagai spesies terancam punah dimana diperkirakan jumlahnya sangat sedikit dan akan terus menurun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: