Tradisi Apeman di Keraton Yogyakarta. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Indonesia memiliki banyak kesultanan di berbagai daerah. Kesultanan itu berdiri dengan aturan serta tradisi yang berbeda-beda.
Ada pula tradisi unik yang hanya digelar oleh keraton tertentu. Apa saja ya? Simak ulasannya dirangkum Indozone dari berbagai sumber, Kamis (16/1/2020).
Tradisi ini digelar untuk memperingati hari naik tahta Sulta Hamengkubuwono X. Dalam radisi ini, ada banyak kue apem yang disediakan sebagai simbol ungkapan rasa syukur dan permohonan ampun atas segala kesalahan.
Setiap malam 21 bulan Ramadan atau Lailatul Qadar, Keraton Kasunanan Surakarta menggelar tradisi Malam Selikuran. Para anggota keraton termasuk abdi dalem mengenakan pakaian adat Jawa dan melakukan prosesi serta doa.
Acara dilanjutkan dengan kirab lampu ting atau lampion berwarna-warni. Dalam acara ini juga ada tumpeng sewu yang dibagikan kepada masyarakat.
Tradisi mencuci piring pusaka peninggalan Wali Songo dilakukan untuk menyambut perayaan Maulid Nabi. Sebanyak sembilan piring besar, 40 piring kecil, dua guci, serta dua gelas dicuci setelah dibacakan salawat dan doa. Prosesi mencuci piring ini merefleksikan kondisi suci saat merayakan Maulid Nabi.
Tradisi Ela-Ela digelar untuk memeriahkan tradisi 27 Ramadan atau malam Lailatur Qadar. Tradisi ini diawali dengan pembacaan doa di Keraton Kesultanan Ternate setelah selesai salat tarawih. Acara dilanjutkan dengan pembakaran obor yang disebut ela-ela.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: