Ilustrasi bangun tidur karena mimpi dicekik. (Freepik)
INDOZONE.ID - Mimpi dicekik orang sering terasa sangat nyata. Di mimpi, kamu tidak bisa bernapas, dada terasa sesak, dan rasa takut serta panik muncul begitu kuat hingga terbawa setelah terbangun.
Bagi masyarakat Jawa, mimpi bukan sekadar bunga tidur. Mimpi dianggap sebagai pesan alam semesta sebagai peringatan tentang sesuatu yang mungkin terjadi.
Menurut Primbon Jawa, mimpi dicekik sering diartikan sebagai gambaran tekanan batin atau perasaan terpendam yang belum terselesaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Ilustrasi orang tidur. (freepik/tirachardz)
Mimpi dicekik orang sering diartikan sebagai pertanda, bahwa kamu sedang mengalami tekanan hidup. Tekanan itu biisa berasal dari pekerjaan, masalah keluarga, atau tanggung jawab yang terasa berat.
Primbon Jawa menafsirkan mimpi ini sebagai isyarat agar kamu tidak memendam masalah sendirian dan mulai mencari jalan keluar dengan kepala dingin.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Dikejar Kerbau Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa?
Jika dalam mimpi kamu dicekik oleh orang yang dikenal, ini bisa menjadi tanda adanya konflik atau masalah yang belum terselesaikan dengan orang tersebut.
Menurut Primbon Jawa, mimpi ini mengingatkan agar kamu segera menyelesaikan masalah sebelum menjadi lebih besar dan mengganggu hubungan.
Ilustrasi Tidur (Freepik/ katemangostar)
Mimpi dicekik oleh orang yang wajahnya tidak terlihat jelas sering dikaitkan dengan adanya rasa iri atau dengki. Primbon Jawa menafsirkannya sebagai simbol energi negatif dari orang sekitar.
Orang tersebut mungkin tidak menyerang secara terang-terangan, tetapi lewat omongan di belakang, gosip, atau sikap yang kurang tulus.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Menyapu Rumah Menurut Primbon Jawa, Pertanda Baik?
Dicekik dalam mimpi juga melambangkan perasaan terkekang atau tidak bebas dalam mengambil keputusan. Kamu mungkin merasa hidupmu terlalu diatur atau dibatasi oleh orang lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Primbon Jawa