INDOZONE.ID - Primbon Jawa adalah simbol ikonik yang tak terpisahkan dari kekayaan budaya Indonesia, khususnya Jawa. Walaupun zaman terus berubah, keberlanjutan dan kepercayaan pada primbon tetap terjaga.
Di dalam lembaran Primbon, kita dapat menemukan berbagai petunjuk kehidupan, salah satunya adalah istilah Sendang Kapit Pancuran. Dalam tradisi Jawa, istilah ini bukan sekadar kata, melainkan sebuah simbol dengan filosofi yang kuat.
Ketertarikan orang untuk membedah makna Sendang Kapit Pancuran didorong oleh keyakinan bahwa ada hikmah tersembunyi dan panduan berharga yang bisa dipetik darinya.
Baca juga: Cara Menghitung Jodoh Lewat Weton Menurut Primbon Jawa
Lantas, seperti apa sebenarnya arti sendang kapit pancuran menurut primbon Jawa? Untuk mengetahuinya, simak ulasan berikut ini:
1. Arti Sendang Kapit Pancuran
Dalam tradisi Jawa, Sendang Kapit Pancuran adalah sebutan untuk susunan tiga anak yang terdiri dari laki-laki, perempuan, dan laki-laki.
Artinya, anak kedua yang berjenis kelamin perempuan berada di antara dua saudara laki-laki.
Sebutan ini sering memicu diskusi karena dianggap membawa makna tertentu. Lantas, faktor apa saja yang mendasari keistimewaan status Sendang Kapit Pancuran dalam budaya Jawa?
Anak Sendang Kapit Pancuran termasuk dalam kelompok anak Sukerta, yang menurut mitos Jawa rentan terhadap kesialan.
Baca juga: Ruwatan, Upacara Adat Cukur Rambut Gimbal Anak-anak Dataran Tinggi Dieng
Sebagian orang bahkan menganggap kehadiran anak sukerta sebagai beban moral yang harus diselesaikan oleh orang tua.
Jalan keluar untuk memutus rantai nasib buruk tersebut adalah dengan mengadakan Ruwatan. Ritual pembersihan ini merupakan bentuk ikhtiar tradisional untuk memohon perlindungan dan keselamatan bagi jiwa sang anak.
Selain bisa mengubah nasib sial, tradisi ruwatan juga diyakini dapat membersihkan batin dan menambah energi positif untuk kesuksesan anak di masa depan.
Pada akhirnya, ritual ruwatan yang dilakukan juga dipercaya bisa mendatangkan kesuksesan di kehidupan sang anak lainnya.
2. Prosesi Ritual Ruwatan
Dalam tradisi ritual ruwatan, ada beberapa tahapan yang perlu dilalui oleh peserta. Berikut adalah tahapan demi tahapan dalam ritual ruwatan:
1. Persiapan Sesaji
Sesaji yang wajib ada di antaranya pisang raja, ingkung ayam, tumpeng, unggas berpasangan. Setiap sesaji mempunyai arti filosofis tersendiri.
2. Penyerahan Sarana
Penyerahan sarana yakni pembacaan perlindungan terhadap anak sukerta yang diruwat. Pada tahap ini juga kerap kali dibarengi dengan prosesi sungkeman hingga kirab sebagai wujud perjalanan hidup manusia.
3. Pagelaran Wayang
Cerita wayang yang dibawakan sarat akan arti kehidupan. Cerita wayang yang dibawakan juga menghadirkan kisah perlawanan terhadap bethara kala.
4. Ritual Potong rambut
Seperti namanya, prosesi ini dilakukan pemotongan rambut oleh dalang yang memimpin ruwatan. Potong rambut telah menjadi simbol dibuangnya pengaruh buruk dan kesialan dalam hidup.
5. Siraman
Prosesi siraman yang sarat akan nilai pembersih badan manusia menggunakan air kembang setaman, yakni kembang kenanga, kembang melati, dan kembang mawar. Kemudian dilanjutkan dengan pembuangan kain mori yang digunakan selama prosesi ruwatan.
3. Golongan Anak Lainnya yang Perlu Diruwat
Selain formasi sendang kapit pancuran, primbon Jawa juga mencatat sejumlah kategori anak lainnya yang disarankan untuk mengikuti prosesi ruwatan.
Merujuk pada pemaparan dari kanal YouTube Eyang Kondo Buwono, inilah daftar golongan anak yang menurut tradisi perlu menjalani penyucian jiwa:
Baca juga: Arti Kedutan Mata Kiri Atas dan Bawah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Ada Pertanda Sesuatu?
- Ontang-anting artinya anak tunggal atau satu-satunya di keluarga berjenis kelamin laki-laki.
- Unting-unting artinya anak tunggal atau satu-satunya di keluarga berjenis kelamin perempuan.
- Uger-uger Lawang artinya dua anak sekandung semuanya berjenis kelamin laki-laki.
- Kedhana kedhini artinya dalam satu keluarga mempunyai dua anak, satu anak laki-laki dan satu anak perempuan.
- Kembar Sepasang artinya dua anak dalam satu keluarga, dua-duanya perempuan.
- Cukit Dulit artinya dalam satu keluarga, tiga anak semuanya perempuan.
- Gotong Mayit artinya tiga anak dalam satu keluarga, semuanya laki-laki.
- Sendang Kapit Pancuran artinya dalam satu keluarga, tiga anak dengan urutan laki-laki, perempuan, dan laki-laki.
- Pancuran Kapit Sendang artinya dalam satu keluarga, tiga anak dengan urutan perempuan, laki-laki, perempuan.
- Sarimbi artinya dalam satu keluarga, punya empat anak perempuan semua.
- Saramba artinya dalam satu keluarga punya empat anak laki-laki semua.
- Gilir Kacang artinya dalam satu keluarga punya empat anak dengan urutan laki-laki, perempuan, laki-laki, perempuan.
- Pandhawa artinya dalam satu keluarga punya lima anak laki-laki semua.
- Pendhawi artinya dalam satu keluarga punya lima anak perempuan semua.
- Ngayoni artinya dalam satu keluarga punya empat laki-laki satu perempuan.
Nah, itulah penjelasan tentang arti sendang kapit pancuran menurut primbon Jawa. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan khususnya terkait budaya Jawa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Primbon Jawa