Ilustrasi Sendang Kapit Pancuran. (Instagram/@galihnagaseno)
INDOZONE.ID - Primbon Jawa adalah simbol ikonik yang tak terpisahkan dari kekayaan budaya Indonesia, khususnya Jawa. Walaupun zaman terus berubah, keberlanjutan dan kepercayaan pada primbon tetap terjaga.
Di dalam lembaran Primbon, kita dapat menemukan berbagai petunjuk kehidupan, salah satunya adalah istilah Sendang Kapit Pancuran. Dalam tradisi Jawa, istilah ini bukan sekadar kata, melainkan sebuah simbol dengan filosofi yang kuat.
Ketertarikan orang untuk membedah makna Sendang Kapit Pancuran didorong oleh keyakinan bahwa ada hikmah tersembunyi dan panduan berharga yang bisa dipetik darinya.
Baca juga: Cara Menghitung Jodoh Lewat Weton Menurut Primbon Jawa
Lantas, seperti apa sebenarnya arti sendang kapit pancuran menurut primbon Jawa? Untuk mengetahuinya, simak ulasan berikut ini:
Dalam tradisi Jawa, Sendang Kapit Pancuran adalah sebutan untuk susunan tiga anak yang terdiri dari laki-laki, perempuan, dan laki-laki.
Artinya, anak kedua yang berjenis kelamin perempuan berada di antara dua saudara laki-laki.
Sebutan ini sering memicu diskusi karena dianggap membawa makna tertentu. Lantas, faktor apa saja yang mendasari keistimewaan status Sendang Kapit Pancuran dalam budaya Jawa?
Anak Sendang Kapit Pancuran termasuk dalam kelompok anak Sukerta, yang menurut mitos Jawa rentan terhadap kesialan.
Baca juga: Ruwatan, Upacara Adat Cukur Rambut Gimbal Anak-anak Dataran Tinggi Dieng
Sebagian orang bahkan menganggap kehadiran anak sukerta sebagai beban moral yang harus diselesaikan oleh orang tua.
Jalan keluar untuk memutus rantai nasib buruk tersebut adalah dengan mengadakan Ruwatan. Ritual pembersihan ini merupakan bentuk ikhtiar tradisional untuk memohon perlindungan dan keselamatan bagi jiwa sang anak.
Selain bisa mengubah nasib sial, tradisi ruwatan juga diyakini dapat membersihkan batin dan menambah energi positif untuk kesuksesan anak di masa depan.
Pada akhirnya, ritual ruwatan yang dilakukan juga dipercaya bisa mendatangkan kesuksesan di kehidupan sang anak lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Primbon Jawa