Ilustrasi Ajian Kidang Kencana. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Pernah bayangin bisa lari secepat angin, menembus hutan, gunung, bahkan jalanan kota tanpa lelah?
Terdengar seperti adegan anime atau film superhero ya? Tapi jangan salah, di budaya spiritual Jawa, ada satu ajian legendaris yang dipercaya bisa bikin itu semua jadi nyata, yaitu Ajian Kidang Kencana.
Tapi tunggu dulu, ilmu ini bukan cuma soal lari kencang, guys. Di balik namanya yang terinspirasi dari sosok kijang emas, kidang = kijang, kencana = emas, ternyata ada makna filosofis yang dalam banget.
Yuk, kita bahas tuntas Kisah Ajian Kidang Kencana dilansir dari YouTube @Ki Bagus Purwas pastinya gak bikin ngantuk!
Baca juga: Ajian Lembu Sekilan: Ilmu Sakti Warisan Patih Gajah Mada yang Bikin Kebal
Secara harfiah, Kidang Kencana memang bisa diartikan sebagai "kijang emas", hewan yang lincah, gesit, dan tak mudah ditangkap.
Nah, ilmu ini lahir dari pengamatan terhadap alam, khususnya bagaimana hewan seperti kijang bisa bertahan dari predator karena kelincahan dan insting tajamnya.
Di masa lalu, Ajian Kidang Kencana ini bukan sekadar ajian pelari cepat.
Ilmu Ajian Kidang Kencana adalah ajian yang digunakan oleh para pendekar, prajurit, hingga petapa yang butuh bergerak cepat dalam situasi berbahaya atau saat menempuh perjalanan jauh.
Bahkan beberapa perguruan silat dan padepokan zaman dulu menjadikan ajian ini sebagai salah satu syarat kelulusan tingkat tinggi.
Salah satu kesalahan besar yang sering terjadi adalah mengira Ajian Kidang Kencana cuma soal "lari cepet".
Padahal, yang dilatih di sini bukan cuma fisik, tapi jiwa dan energi batin. Laku tirakat, meditasi, dan pengolahan nafas jadi bagian penting dalam proses belajarnya.
Dengan penguasaan batin yang kuat, si pemilik ajian ini bisa mengatur aliran energi dalam tubuhnya.
Akibatnya, tenaga yang biasanya cepat habis kalau lari jauh bisa dipadatkan dan digunakan secara efisien.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube