INDOZONE.ID - Biyung Tulung adalah sosok hantu yang terkenal dalam legenda urban masyarakat Jawa, khususnya di Yogyakarta. Hantu ini diceritakan sebagai makhluk halus yang hanya memiliki suara, tanpa wujud fisik yang terlihat.
Sosok ini dikenal karena sering terdengar teriakannya yang memohon pertolongan, "Tulung! Tulung!" yang berarti "Tolong! Tolong!" dalam bahasa Jawa.
Baca Juga: Misteri Patung Inez Clarke di Graceland Cemetery, Chicago
Asal Usul dan Ciri Khas
Asal-usul Biyung Tulung tidak diketahui secara pasti. Ada berbagai versi cerita tentang asal-usulnya, namun yang paling terkenal adalah bahwa Biyung Tulung adalah arwah seorang ibu yang terbunuh secara tragis bersama anaknya. Konon, arwahnya bergentayangan di tempat kejadian perkara, meratapi nasibnya dan meminta tolong.
Ciri khas Biyung Tulung adalah suaranya yang khas. Jeritannya yang meminta tolong sering didengar di malam hari, terutama di tempat-tempat yang sepi dan angker. Konon, Biyung Tulung sering muncul di lokasi kecelakaan, kuburan, atau pohon besar yang rindang.
Tempat-tempat Penampakan Biyung Tulung
Biyung Tulung konon sering muncul di beberapa tempat di Yogyakarta, antara lain:
1. Jalan Kaliurang
Jalan ini terkenal dengan cerita seramnya, termasuk penampakan Biyung Tulung. Konon, suara jeritan Biyung Tulung sering terdengar di sini, terutama di malam yang sepi.
2. Hutan Pinus Krokodil
Hutan pinus ini juga terkenal dengan cerita mistisnya, termasuk penampakan Biyung Tulung. Konon, suara jeritan Biyung Tulung sering terdengar di sini, terutama di malam yang berkabut.
Biyung Tulung juga sering dikaitkan dengan kejadian-kejadian mistis, seperti kesurupan, kecelakaan, dan kematian. Konon, Biyung Tulung dapat merasuki orang yang sedang lemah atau ketakutan, dan membuatnya melakukan hal-hal yang berbahaya.
Baca Juga: Misteri Lelepah, Makhluk Halus Pemakan Daging Manusia dari Jawa
Biyung Tulung adalah sosok hantu yang misterius dan melegenda di Yogyakarta. Meskipun keberadaannya masih menjadi perdebatan, Biyung Tulung tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi masyarakat Yogyakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/ Mwv.mystic