Selasa, 14 APRIL 2026 • 20:21 WIB

Kisah Mistis Pilot Saat Melintas Sumatera: Terbang Tanpa Arah dan Kota Misterius di Langit

Author

Ilustrasi cerita mistis pesawat (Gemini AI)

INDOZONE.ID - Bencana Tsunami Aceh 2004 menyisakan duka mendalam sekaligus cerita-cerita tak terjelaskan. Salah satunya datang dari pengalaman seorang pilot, Captain Baskara, yang membagikan kisah mistisnya dalam podcast RJL5 - Fajar Aditya beberapa waku lalu.

Kala itu, Baskara bertugas menerbangkan pesawat kargo untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan ke wilayah Aceh yang hancur total. Bersama timnya, ia menggunakan pesawat Fokker 27 dan bolak-balik dari Medan ke Banda Aceh, mengangkut logistik dari berbagai negara.

Berikut beberapa fakta aneh yang diungkap sang kapten dari kisah tersebut. 

Awal Mula: Dari Bandara Chaos hingga Tidur di Tandu Jenazah

Situasi di Medan saat itu sangat padat. Bandara Polonia menjadi pusat distribusi bantuan internasional. Pesawat datang tanpa henti, menciptakan suasana yang kacau namun tetap terorganisir.

Baca juga: Kisah Mistis Bisikan Jam 3 Pagi dan Alasan Mengapa Weton Pon Mulai Ditagih Janji Lama

Setibanya di Banda Aceh, Baskara menyaksikan langsung kehancuran total dari udara. Ia menggambarkan hanya satu bangunan yang masih berdiri kokoh: masjid besar di tengah kota.

Di tengah kelelahan, Baskara dan kru sempat beristirahat di atas gulungan terpal. Tanpa mereka sadari, itu adalah tandu bekas jenazah korban tsunami.

“Lu tahu gak itu apa? Itu tandu bekas mayat dari Aceh,” kata salah satu rekannya memperingatkan. Namun karena terlalu lelah, mereka tetap melanjutkan istirahat di sana—sebuah keputusan yang kemudian diyakini menjadi awal dari kejadian aneh.

Penerbangan Malam yang Berubah Mencekam

Masalah mulai muncul saat mereka lepas landas dari Banda Aceh menuju Medan pada malam hari. Awalnya penerbangan berjalan normal, hingga tiba-tiba satu per satu sistem pesawat mulai mati.

Mulai dari radio komunikasi, GPS, hingga instrumen navigasi—semuanya berhenti berfungsi. Dalam kegelapan malam, tanpa panduan alat, mereka hanya bisa mengandalkan insting dan pengalaman.

Baca juga: Kisah Mistis Akibat Kencing Sembarangan Berujung Petaka di Hutan Ngadiroso

Yang membuat situasi semakin aneh, pesawat tetap terbang stabil meskipun berada di tengah hujan dan awan tebal—tanpa turbulensi sama sekali.

Penampakan Kota Misterius di Kegelapan

Di tengah kondisi tanpa arah, Baskara melihat sesuatu yang tak masuk akal.

Di bawah pesawat, muncul cahaya terang menyerupai sebuah kota. Lampu-lampu jalan terlihat jelas, lengkap dengan marka jalan seperti tol dan deretan bangunan.

Namun ada yang janggal—tidak ada satu pun tanda kehidupan.

Tidak ada kendaraan, tidak ada manusia, tidak ada aktivitas.

Kota itu tampak “hidup” secara visual, tetapi terasa kosong dan sunyi. Seolah hanya ilusi atau sesuatu dari dimensi lain.

Kapten lain yang menerbangkan pesawat langsung memperingatkan:

“Jangan lihat ke kanan. Fokus ke depan. Kalau terfiksasi, kita bisa celaka.”

Kru yang lain sempat panik dan masuk ke kokpit, mempertanyakan apa yang mereka lihat. Namun mereka diminta kembali ke belakang dan tidak menatap ke arah cahaya tersebut.

Baca juga: Kisah Mistis Mayat Perempuan Bahu Laweyan: Ada. Duka, Mitos, dan Luka yang Tak Pernah Selesai

Ilustrasi cerita mstis di pesawat (Gemini AI)

Kesurupan di Tengah Udara

Ketegangan belum berhenti. Di tengah situasi mencekam, salah satu kru bernama Kotot tiba-tiba mengalami kejadian aneh.

Ia berteriak, lalu mulai bertingkah tidak wajar di dalam kabin—menari, berteriak, bahkan seperti kesurupan.

Di saat yang sama, benda-benda di dalam pesawat bergerak sendiri. Sebuah ember tiba-tiba terpental dari belakang hingga ke kokpit tanpa sebab yang jelas.

Dalam kondisi tanpa navigasi, melihat penampakan misterius, dan menghadapi kru yang kesurupan, situasi menjadi semakin tidak terkendali.

Baca juga: Kisah Mistis Akibat Kencing Sembarangan Berujung Petaka di Hutan Ngadiroso

Antara Logika dan Misteri

Kisah yang dialami Captain Baskara ini menjadi salah satu cerita paling mencekam dari operasi kemanusiaan pasca Tsunami Aceh 2004.

Apakah kejadian tersebut bisa dijelaskan secara logika—seperti gangguan instrumen, kelelahan ekstrem, atau halusinasi? Ataukah memang ada unsur lain yang tak kasat mata?

Yang jelas, pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh kru. Sebuah pengingat bahwa dalam situasi ekstrem, batas antara realitas dan misteri bisa menjadi sangat tipis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU