Sabtu, 10 JANUARI 2026 • 18:30 WIB

Asal-Usul dan Misteri Chupacabra, Makhluk Penghisap Darah dalam Legenda Amerika Latin

Author

Ilustrasi Chupacabra (AI/Gemini)

INDOZONE.ID - Chupacabra adalah salah satu makhluk mitologi paling terkenal di Amerika Latin khususnya di Spanyol. Chupacabra dikenal sebagai sosok misterius yang menyerang ternak dan menghisap darahnya hingga habis. 

Nama “chupacabra” berasal dari bahasa Spanyol, chupar (menghisap) dan cabra (kambing), sehingga artinya dapat diterjemahkan sebagai “penghisap kambing”. Cerita mengenai makhluk ini kemudian berkembang menjadi legenda populer yang sering disandingkan dengan kisah Sasquatch atau Bigfoot dalam versi Amerika bagian selatan.

Fenomena Chupacabra baru muncul pada era modern, tepatnya pada tahun 1995 di Puerto Rico. Saat itu, warga melaporkan serangkaian serangan terhadap kambing, domba, dan hewan ternak lainnya.

Baca juga: Fakta-fakta tentang Black Annis: Hantu Nenek Penyihir asal Inggris yang Suka Makan Anak Kecil

Tubuh hewan-hewan itu ditemukan dalam keadaan utuh, namun tanpa darah dan terdapat luka tusukan seperti bekas gigitan. Kesaksian para saksi mata menggambarkan sosok makhluk yang berdiri tegak, bertubuh reptil, berkaki mirip kanguru, dan memiliki mata merah menyala.

Namun, tidak pernah ditemukan bukti fisik yang meyakinkan, sehingga sebagian peneliti menduga imajinasi masyarakat mungkin dipengaruhi film horor fiksi ilmiah yang populer saat itu.

Seiring waktu, laporan kemunculan Chupacabra muncul di berbagai wilayah lain seperti Meksiko, Amerika Tengah, hingga Amerika Serikat bagian selatan. Menariknya, versi makhluk yang dilihat masyarakat tidak selalu sama.

Baca juga: Apa Itu Yokai? Sosok Makhluk Gaib Kepercayaan Masyarakat Jepang

Selain sosok reptilian berkaki dua, muncul pula laporan tentang Chupacabra versi keempat kaki. Bentuknya seperti anjing liar tanpa bulu, tubuh kurus, dan kulit mengeras. Berbeda dari versi reptil, makhluk empat kaki ini beberapa kali ditemukan dalam kondisi mati dan dianalisis oleh ahli biologi.

Hasilnya, hewan tersebut sebenarnya adalah coyote atau anjing yang menderita penyakit kulit parah bernama mange, yang menyebabkan rambut rontok dan tampilan menyeramkan. Kondisi sakit membuat mereka lebih agresif terhadap ternak karena tidak mampu berburu mangsa liar seperti biasanya.

Meski banyak laporan bisa dijelaskan secara ilmiah, teori-teori alternatif tetap berkembang. Ada yang percaya Chupacabra adalah hasil percobaan genetika rahasia yang bocor dari laboratorium militer Amerika Serikat di Puerto Rico.

Baca juga: Kisah Mistis Gadis Alas Purwo, Si Sosok Cantik Bergaun Merah

Ada pula yang meyakini makhluk ini adalah spesies alien yang tertinggal setelah kunjungan UFO, karena beberapa penampakan terjadi bersamaan dengan laporan cahaya misterius di langit.

Di sisi lain, sebagian penganut teori kriptozoologi beranggapan Chupacabra mungkin saja adalah hewan yang belum didokumentasikan manusia.

Hingga kini, tidak ada bukti definitif mengenai keberadaan Chupacabra. Namun legenda ini terus hidup dalam budaya populer, film, dan cerita rakyat. Apakah Chupacabra benar-benar ada atau hanya produk imajinasi kolektif, misterinya tetap memikat dan selalu menimbulkan rasa penasaran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU