Senin, 05 JANUARI 2026 • 21:00 WIB

Kisah Mistis Rumah Terkutuk, Tempat Perantauan yang Berujung Petaka

Author

Ilustrasi Rumah Terkutuk. (Foto: Freepik @Freepik)

INDOZONE.ID - Niat awal Bagas dan Dimas sebenarnya sederhana. Dua pemuda perantau dari desa yang sama ini hanya ingin mencari rezeki di perkebunan karet di seberang pulau.

Informasi lowongan kerja dari seorang mandor bernama Pak Bima terdengar menjanjikan.

Mereka tak menyangka, perjalanan merantau yang penuh harapan itu justru berubah menjadi pengalaman paling kelam dalam hidup mereka.

Perjalanan menuju tempat kerja bukan perkara mudah. Tiga jam naik feri ekonomi dengan panas menyengat, lalu disambung perjalanan darat berganti-ganti angkutan umum.

Lelah, lengket oleh bau laut, tapi semangat mereka masih utuh. Hingga akhirnya mereka tiba di sebuah rumah panggung tua, tempat tinggal sementara yang disiapkan Pak Bima.

Yuk simak kisah mistis rumah terkutuk dilansir  dari YouTube @OM BRIZZ OFFICIAL selengkapnya!

Baca juga: Kisah Mistis Mayat Perempuan Bahu Laweyan: Ada. Duka, Mitos, dan Luka yang Tak Pernah Selesai

Rumah Panggung yang Bikin Merinding

Rumah itu berdiri di area yang terlalu sepi. Pohon-pohon besar menaunginya, membuat suasana lembap dan gelap bahkan di siang hari.

Pagar kawat berkarat mengelilinginya, seolah membatasi rumah itu dari dunia luar. Sejak pertama datang, Bagas sudah merasa ada yang janggal, apalagi melihat Pak Bima yang terlihat gelisah dan buru-buru pergi tanpa banyak penjelasan.

Malam pertama mereka lalui dengan perasaan tidak nyaman. Bau aneh seperti tanah basah dan hawa berat menyelimuti kamar.

Bagas mencoba berpikir logis, sementara Dimas justru menertawakan ketakutannya. Baginya, rumah tua hanyalah rumah tua, tidak lebih.

Peringatan Demi Peringatan

Keesokan harinya, kejanggalan makin terasa. Seorang warga yang mengantar bahan makanan terlihat ketakutan saat tahu mereka tinggal di rumah itu.

Disusul peringatan dari bapak tua di jalan dan kepala tukang di kebun. Semuanya mengatakan hal yang sama yaitu "Pindahlah, jangan tinggal di rumah itu!"

Bagas mulai yakin ada sesuatu yang disembunyikan. Dimas masih bersikeras menganggap semuanya hanya cerita yang dibesar-besarkan.

Hingga malam kedua tiba, ketika Bagas melihat sosok hitam duduk di kursi ruang tamu, lalu sosok pria gondrong bertato di bawah pohon kelapa. Bau amis darah ikut menyertai, membuat Bagas gemetar ketakutan.

Baca juga: Kisah Mistis Diculik Wewe Gombel, Teror Rumpun Bambu yang Menghantui Anak Kecil

Ilustrasi Rumah Terkutuk. (Foto: Freepik @Freepik)

Teror yang Jadi Nyata

Puncaknya terjadi ketika Dimas akhirnya melihat sendiri apa yang selama ini ia ragukan. Sosok penjaga rumah itu menampakkan diri di kamar, membawa amarah yang brutal.

Malam itu, kekerasan tak kasat mata terjadi di depan mata Bagas. Dimas menjadi sasaran, tubuh dan jiwanya dihancurkan oleh amarah yang sudah lama terpendam.

Keduanya ditemukan warga keesokan harinya. Bagas selamat, meski trauma berat. Dimas hidup, tapi kewarasannya perlahan menghilang. Dari Pak Wiryo, seorang sesepuh kebun, Bagas akhirnya mengetahui kebenaran tentang rumah itu.

Rahasia Kelam Rumah terkutuk

Rumah panggung tersebut dulunya milik Danang, seorang pria sakti yang dikenal kejam dan penuh ilmu hitam. Ia dieksekusi warga di kamar itu setelah bertahun-tahun menebar teror.

Darahnya tumpah di ranjang, disertai sumpah dendam. Siapa pun yang berani menempati tempatnya, akan menjadi tumbal.

Sumpah itu rupanya tak pernah padam. Beberapa korban sebelumnya telah membuktikannya. Dan kali ini, Dimas menjadi bagian dari daftar panjang itu.

Baca juga: Kisah Mistis Tumbal Susuk Nyai Sukandir: Konon Teror yang Turun-Temurun dari Leluhur!

Ilustrasi Rumah Terkutuk. (Foto: Freepik @Freepik)

Dimas akhirnya meninggal dunia setelah berhari-hari berjuang melawan trauma yang tak terlihat.

Bagas pulang ke kampung halaman membawa luka batin dan cerita yang sulit dipercaya.

Kisah Rumah Terkutuk ini menjadi pengingat pahit bahwa merantau bukan hanya soal keberanian dan kerja keras, tapi juga tentang menghormati tempat dan sejarah yang kita datangi.

Tidak semua rumah kosong benar-benar kosong, dan tidak semua peringatan boleh dianggap angin lalu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU