INDOZONE.ID - Seorang pria di Kanada menganggap pengetahuan kungfu-nya telah membantunya bertahan hidup dari malam mengerikan bersama seorang tukang kebun Kanada yang dituduh sebagai pembunuh berantai.
Nama pria itu adalah Peter Sgromo. Sementara lawannya adalah Bruce McArthur yang ditangkap dan didakwa pada 2018 silam dengan pembunuhan tingkat pertama sehubungan dengan hilangnya lima pria, CBC News melaporkan.
Sepeti apa kisahnya? Berikut ini beberapa fakta yang ddirangkum dari The New York Post.
Perkenalan Peter Sgromo dengan Bruce McArthur
Peter Sgromo baru saja pindah kembali ke Thunder Bay, sebuah kota di Ontario, Kanada, dan bertemu kembali musim semi lalu di aplikasi media sosial dengan Bruce McArthur — pria berusia 66 tahun.
Baca Juga: Kisah Robert Pickton, Pembunuh Berantai yang Menggiling Korban Jadi Makanan Babi
McArthur, yang dikenal Sgromo melalui mutual friend, mengatakan untuk menghubunginya lain kali saat Sgromo berada di daerah Toronto sehingga keduanya bisa bertemu.
Pertemuan
Sampai akhirnya keduanya bertemu, dan makan malam santai dengan obrolan ringan yang mengalir, dengan topik mulai dari bisnis hingga perjalanan.
“Kami tidak bertukar pikiran tentang hal apa pun yang menunjukkan bahwa kami akan melakukan kencan seksual atau hal semacam itu,” kata Sgromo.
Sesama penganut LGBTQ
“Satu hal yang aneh adalah dia menyebutkan bahwa dia pernah bertemu dengan seorang pria di Italia, dan saya kira dia berbicara tentang kencan yang dia jalani dan berkata, 'Oh, dia sangat menyukainya.'”
Sgromo tidak terlalu mempermasalahkannya tetapi hanya terkejut karena menurutnya seks kasar bukanlah gaya McArthur.
Di akhir malam, Sgromo mengantar McArthur ke mobilnya, tempat keduanya mulai berciuman.
Keanehan dan kecurigaan
McArthur menawarkan untuk mengantar Sgromo kembali ke hotelnya dan ketika mereka berdua masuk ke dalam, Sgromo menyadari bahwa hotel itu “kosong”.
Sekali lagi, Sgromo mencoba untuk tidak salah berprasangka buruk.
“Oh, oke, dia mengangkut barang-barang, jadi itu masuk akal,” kata Sgromo dalam hati, mengetahui bahwa McArthur adalah seorang tukang kebun.
Keduanya duduk di bangku belakang mobil van, di sana percumbuan mereka semakin intens.
"Kami berciuman, ciuman itu berubah menjadi belaian. Lalu dia membuka bajuku, membuka bajunya," kata Sgromo.
Perkelahian
Saat itu, Sgromo menambahkan McArthur lalu mencengkeram kepalanya dan mendorongnya ke arah selangkangannya.
"Lalu dia benar-benar mencengkeram leherku, memutarnya dengan kasar, tepat ke selangkangannya dan celananya pun terlepas. Saat itulah aku benar-benar merasa terganggu."
Sgromo melanjutkan saat lehernya dicengkram serta bagaimana ia bereaksi terhadap serangan tersebut.
"Saat ia mencengkeram leher saya dengan satu tangan, memutarnya seperti itu, saya benar-benar berpikir sedetik kemudian ia akan mematahkan [leher saya].”
Baca Juga: Kisah Kelam John Wayne Gacy: Badut Pembunuh Berantai di Dunia Nyata, bak Joker!
Sgromo, yang mengambil kelas bela diri karena pengalaman kekerasan yang dialaminya saat tinggal di San Francisco, bertindak secara naluriah dan mencengkeram siku McArthur pada tulangnya hingga ia mampu membuatnya melepaskan cengkeramannya.
“Bruce, apa yang sedang kamu lakukan?” tanyanya.
Merasa khawatir akan kejadian lebih gila, Sgromo beralasan dan meminta McArthur untuk mengantarnya ke hotelnya terlebih dahulu agar ia dapat memeriksa anjingnya yang sakit.
Sesampainya di hotelnya, Sgromo beralasan bahwa anjingnya sakit parah, dan ia tidak dapat meninggalkannya sendirian. Hal itu membuat McArthur pergi meninggalkan Sgromo.
Baca Juga: Kilas Balik Rodney Alcala: Pembunuh Berantai Keji yang Ikut Acara Kencan di TV
"Bagi saya, itu adalah pelarian saya," kata Sgromo. Dia tidak pernah mendengar kabar dari McArthur lagi.
Sgromo kaget melihat berita, McArthur ternyata membunuh tiga orang
Sekarang, melihat wajahnya terpampang di laporan media, Sgromo bersyukur dia memercayai nalurinya malam itu.
Para penyidik telah menemukan sisa-sisa jasad setidaknya tiga orang di dua pot tanaman yang mereka ambil dari properti yang terkait dengan McArthur di Toronto dan sekitarnya.
Para penyidik berharap dapat segera mengumumkan lebih banyak dakwaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The New York Post