Jumat, 14 APRIL 2023 • 10:59 WIB

Kilas Balik Kasus Takjil Beracun Bantul: Sakit Hati karena Cinta, Anak Kecil Jadi Korban

Author

Kilas balik kasus takjil beracun di Bantul yang tewaskan seorang bocak Ramadhan 2021. (Istimewa).

Menyantap takjil saat berbuka puasa seharusnya menjadi momen yang penuh sukacita dan keberkahan. Namun tidak untuk keluarga Bandiman. Putranya yang berusia 10 tahun meninggal dunia setelah menyantap takjil yang ditaburi racun sianida seorang wanita misterius yang berniat membunuh.

Kasus yang terjadi pada bulan Ramadhan tahun 2021 tersebut menyisakan pilu yang mendalam baik bagi korban salah sasaran, termasuk bagi Nani, pelaku yang menangis lantaran salah sasaran dengan motif sakit hati dengan seorang pria.

Berikut ini adalah fakta dan kronologi lengkap dari kasus tersebut, mulai darii kejadian, korban, pelaku serta motif yang berkaitan dengan kasus ini.

Awal mula petaka, pengemudi ojol bertemu dengan wanita misterius 

Ilustrasi wanita misterius. (Freepik)

Kasus ini terjadi pada 25 April 2021 silam di sore hari. Saat itu, seorang pengemudi ojol bernama Bandiman selesai melakukan Salat Ashar di sebuah masjid yang terletak di Utara Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Saat hendak pergi, seorang wanita menghampirinya dan memintanya untuk mengantarkan makanan takjil berupa sate dilengkapi dengan alamat seorang pria bernama Tomi.

Saat itu, sang wanita menolak untuk menggunakan aplikasi dengan alasan khusus dan tetap meminta Bandiman mengantarkan ke alamat yang dituju dengan imbalan tertentu. Sontak, Bandiman pun menyetujui mengantarnya ke lokasi yang dimaksud.

Baca Juga: Kilas Balik Sumanto, Pria yang Terlibat Pencurian Mayat & Kasus Kanibalisme karena Ekonomi

Penerima merasa tak kenal, takjil dihadiahkan kepada pengemudi ojol. 

Ilustrasi pesan antar makanan. (Antara)

Namun setelah sampai di lokas Bangunjiiwoi, ternyata pemilik alamat menyebutkan bila ia tak mengenal sang penerimanya lantaran tak mengenal siapa pengirimnya. Ia pun enggan menerima takjil tersebut.

Bandiman sendiri bingung tak tahu bagaimana. Pemilik alamat menyarankan agar pengemudi mengambil takjil itu disantap bersama keluarganya di rumah karena mendekati berbuka puasa. Tanpa ada kecurigaan, bandiman pun membawa pulang takjil itu ke rumahnya.

Anak sang pengemudi ojol meninggal dunia usai menyantap takjil sate.

Kiri: Seorang anak sopir ojol tewas (Instagram/@nenk_update), kanan: Ilustrasi sate. (Istimewa).

Bandiman pun kembali ke rumahnya yang terletak di kawasan Pedukuhan Salakan, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul. Ia pun bertemu istri dan putranya Naba Faiz Prasetya (10) yang senang lantaran ayahnya membawa pulang takjil.

Sebenarnya, saat itu Naba sudah memiliki lauk sendiri itu disantap buat berbuka. Namun melihat takjil berisi sate ayam, Naba pun antusias untuk menyantapnya, Naasnya, santapan pertama itu membuat Naba beraksi seolah kehabisan nafas dan akhirnya meninggal dunia.

Polisi mengidentifikasi sate yang ternyata berisi racun sianida.

Ilustrasi bungkus sate. (Freepik)

Kepolisian setempat pun menyelidiki kasus kematian Naba. Dari hasil pemeriksaan di laboratorium, ditemukan racun sianida di dalam sate tersebut. 

Bandiman pun ditanyai polisi tentang kronologi kejadian, termasuk identitas wanita misterius tersebut. Namun karena tak menggunakan aplikasi, identitas wanita tersebut tak bisa dilacak. Polisi pun harus putar otak untuk melakukan penyelidikan selama beberapa hari.

Penelusuran unik kepolisian, memburu penjual sate bermodalkan bungkus sate

Selama beberapa hari, polisi bekerja dan menjadi detektif untuk menesurui jejak sang wanita misterius. Hingga pada satu titik, mereka memperhatikan bentuk bungkus sate dan potongan lontong yang menjadi barbuk.

"Salah satu kunci pengungkapan adalah bungkus satai, yang bisa menunjukkan di mana dia (tersangka) beli," kata  Direktur Reserse Kriminal Umum, Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Dirreskrimum Polda DIY) Kombes Pol Burkan Rudy Satria, seperti dikutip Antara,

Bermodalkan itu, polisi pun melakukan penelusuran di alur jalan di sekitar masjid dan mencari penjual sate yang memiliki bungkus sate seperti yang terlihat ada takjil beracun tersebut.

Akhirnya, polisi pun bertemu dengan penjual sate yang bungkusannya serupa dengan takjil beracun. Penjual sate pun diinterogasi dan mengidentifikasi wanita misterius yang membeli satenya.

Identitas pelaku: Nani Apriliani dan calon targetnya, Tomi seorang polisi berpangkat aiptu

Pelaku kasus takjil beracun (Istimewa)

Berkat penesuluran, polisi mengetahui sang pelaku yang ternyata adalah Nani Apriliani. Pihak kepolisian pun merilis penagkapan pelaku setelah 8 hari kejadian, tepatnya pada 3 Mei 2021 lalu.

"Tersangkanya inisal A, 25, pekerjaan swasta, asal Majalengka," tambahnya.

Nani Apriliani adalah seorang penata rias. Saat itu, netizen pun ikut menyelidiki sosmed Apriliani dan mengambil foto-fotonya di akun Facebooknya.

Nani mengaku bahwa sate beracun tersebut seharusnya dikirimkan ke Aiptu Tomi, seorang penyidik di Satreskrim Polresta Yogyakarta. Nani tak menyangka bila takjil itu ternyata memakan korban yang tak seharusnya.

Nekat kirimkan sate beracun karena sakit hati tak dinikahi

Konferensi pers sate beracun di Yogyakarta dengan terduga pelaku NA (25) asal Majalengka di Polres Bantul, Yogyakarta. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Kepada penyidik, Nani mengaku bahwa dirinya sakit hati karena Tomi menikah dengan orang lain, bukan dirinya. Jadi, memang sejak awal ia sudah berencana meracuni Tomi dengan sianinda yang dibeli di marketplace. Namun, aksinya tersebut malah salah sasaran dan menewaskan seorang bocah berusia 9 tahun anak driver ojol.

Aiptu Tomi pada awalnya hanya pelanggan di salon tempat Nani bekerja. Namun, seiring berjalannya waktu mereka pun saling jatuh cinta dan mulai menjalin hubungan.Namun, berdasarkan informasi yang beredar, Nani ternyata sudah menikah siri dengan Aiptu Tomi.

Baca Juga: Polda Sumut Ungkap Motif Kematian Bripka Arfan, Bunuh Diri Minum Racun Sianida

Pelaku terus menangis saat rekontruksi, sang ayah turut emosi.

Nani Aprilliani Nurjaman. (ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)

Saat melakukan rekonstruksi adegan, Nani selalu menangis terus. Ia tidak biasa dalam posisi saat ini. Terlebih rekonstruksi hari ini melibatkan banyak orang, termasuk keluarga korban. 

Ayah dari bocah, Bandiman mengaku sempat menahan emosi saat melakukan reka adegan. Pasalnya dia teringat akan anaknya yang tewas setelah menyantap sate racikan Nani.

Rekontruksi kasus takjil beracun. (Antara)

Ayah korban menulis surat kepada Nani, memberi maaf.

Bandiman telah menuliskan secarik kertas kepada Nani. Tulisan tersebut berisi jika Bandiman telah memaafkan Nani. Namun hukum harus terus dijalankan. Surat itu diperlihatkan oleh kuasa hukum kepada wartawan.

Assalamualaikum, Wr. Wb.

Saya atas nama Bandiman dengan ini memberikan maaf kepada anda (Nanik) yang telah melakukan keteledoran walaupun salah sasaran terhadap anak saya Naba Faiz Prasetya sehingga mengakibatkan meninggalnya anak saya.

Namun demikian dengan tidak mengurangi rasa hormat kami sekeluarga tetap menuntut proses hukum harus tetap berjalan dan tidak akan mengurangi/meringankan tuntutan kami sekeluarga sesuai dengan perbuatan yang telah anda lakukan mendapat hukuman yang setimpal.

Dijerat pasal pembunuhan berencana

Wanita beri racun disate, anak ojol tewas (Instagram/@cetul.22).

Atas perbuatannya, tersangka diganjar pasal yang cukup berat. Pasalnya yakni 340 UHP dengan ancaman penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Namun, pada Senin (15/11/2021), JPU Pengadilan Negeri Daerah istimewa Yogyakarta (DIY) menuntut Nani 18 tahun penjara. Adapun hal yang memberatkan tuntutan Nani yaitu karena ia telah mengakibatkan tewasnya seorang anak.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU