Senin, 20 FEBRUARI 2023 • 16:00 WIB

Kisah Geb, Dewa Bumi yang Tawanya Jadi Penyebab Gempa dalam Mitologi Mesir

Author

Lukisan yang menggambarkan sosok Geb. (Mythology)

INDOZONE.ID - Dalam mitologi Mesir, gempa bumi berasal dari tawa Geb, dewa bumi yang terkenal perkasa. Kekuatannya ini berkebalikan dengan terjemahan namanya yang berarti ‘yang lemah’ atau ‘yang lumpuh’.

Geb dianggap sebagai salah satu raja perkasa  para dewa Mesir. Dia bahkan melindungi dewa matahari saat menjadi penumpang di kapal matahari besar.

Dia juga bertugas membimbing almarhum ke alam baka dan menyediakan bekal seperti daging dan minuman untuk jiwa-jiwa yang bepergian.

Dikutip dari History Cooperative, peran Geb dalam masyarakat Mesir tidak terbatas sebagai salah satu dewa terkuat. Geb yang legendaris sering dianggap ambivalen (pertentangan) bagi manusia yang memujanya.

Baca juga: Review 'Moon Knight' Episode 2: Secuil Perseteruan Dewa Mesir dan Munculnya Mr. Knight

Pasalnya ia menciptakan gempa bumi dengan tawa dan kekeringan tanpa alasan. Ia juga membuat gurun besar yang tidak ramah yang mengisolasi Mesir dari dunia lainnya. 

Meski begitu Geb juga bisa menjadi dewa yang baik. Dia menciptakan tanah yang subur di sekitar Sungai Nil.

Di bawah pengaruh Geb, orang Mesir percaya akan diberkati dengan panen yang melimpah untuk menggemukkan ternak.

Asal Usul Geb

Geb lahir setelah bergabungnya dua dewa yang kuat. Namun, tidak seperti kebanyakan dewa, kedua orang tuanya diciptakan oleh dewa pencipta utama Mesir, Atum.

Atum mewujudkan maskulinitas dan feminitas, dan dengan demikian, dapat menciptakan kehidupan itu sendiri.

Setelah menetapkan cahaya, Atum menjadikan Shu, dewa udara, dan Tefnut, dewi tak dikenal yang menguasai kelembapan. 

Shu dan Tefnut kemudian melahirkan dua orang anak, Geb dan Nut. Setelahnya dewa bumi dan dewi langit jatuh cinta dan menghasilkan dewa yang sama kuatnya.

Anak-anak mereka adalah Osiri (dewa kematian), Isis (dewi kedaulatan), Seth (dewa kekerasan), dan Nephthys (Dewi penguburan).

Dalam beberapa legenda, Geb juga diakui sebagai ayah dari Horus, meskipun kultus mitologi Mesir Kuno berbeda dalam asal usulnya.

Sosok Geb

Geb biasanya ditampilkan sebagai pria berkulit gelap atau hijau dengan dedaunan di kulitnya dan mengenakan mahkota. Warna kulitnya mewakili tanah subur Sungai Nil dan pertumbuhan vegetasi, warna kehidupan orang dahulu.

Selain itu, Dewa Bumi ini juga tampil dengan mahkota Atef (mahkota berbulu putih yang diasosiasikan dengan Osiris) atau seekor angsa, hewan suci pilihannya.

Kadang-kadang kepalanya digambarkan seperti ular untuk mewakili afiliasinya dengan makhluk dan simbol bumi.Tak hanya itu, Geb pun sering digambarkan sedang terhampar di bawah istrinya, Nut (Dewi langit) dan ayahnya Shu (Dewa Udara).

Geb terlihat bersandar pada satu siku sementara lengan bertumpu pada lutut yang ditekuk ke atas.

Gambar tersebut mewakili hubungan intim bumi dengan langit dan udara. Itu juga menggambarkan anggota tubuh Geb sebagai lembah dan perbukitan di tanah, yang sering disebut sebagai 'Rumah Geb' oleh orang Mesir Kuno.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU