Tegal merupakan salah satu wilayah di Jawa Tengah yang terletak di wilayah Pesisir Pantura. Kota ini mempunyai bermacam jenis usaha ekonomi kreatif. Selain terkenal dengan warung Tegal atau warteg yang sudah tersohor di seluruh pelosok Nusantara, di Tegal juga menjamur industri-industri rumahan. Makanya Tegal dijuluki sebagai “Jepangnya Indonesia”.
Berikut adalah fakta-fakta Tegal sebagai julukan “Jepangnya Indonesia”.
1. Industri Logam
Industri logam termasuk industri yang banyak ditemui di Tegal.
Pabrik logam pertama di Tegal didirikan pada 1918. Industri logam ini banyak tersebar di Desa Tembok Lor, Lemah Duwur, Talang, Kajen, Kebasen dan Adiwerna. Daerah tersebut sekarang dikenal sebagai sentra industri logam di Kabupaten Tegal.
Para perajin logam ini mendapat keahlian secara turun temurun dari nenek moyang mereka sejak zaman penjajahan Belanda dan Jepang. Mereka memproduksi kerajinan logam, berbagai produk otomotif, perkapalan, komponen mesin industri, alat listrik dan peralatan logam lainnya.
Toko kerajinan logam yang menjual penggorengan, kompor, oven manual, alat-alat pertanian, dan kerajinan logam lainnya mudah kamu temui saat melintasi daerah Tegal sekitar exit Tol Adiwerna.
2. Industri Teh
Warga Tegal mempunyai tradisi unik “Moci” yaitu tradisi ngeteh ala warga Tegal dengan menyuguhkan teh melati dari sebuah teko (poci) yang terbuat dari tanah liat ke dalam cangkir yang juga terbuat dari tanah liat. Bagi masyarakat Tegal, tradisi ngeteh sudah menjadi bagian hidup mereka sehari-hari.
Berbicara tentang “Moci” atau tradisi ngeteh ini, tak lepas dari adanya pabrik-pabrik teh yang ada di Tegal.
Perkembangan komoditas teh ini sebenarnya sudah sangat lama, sekitar tahun 1830-an melalui proyek cultuurstelsel atau masa tanam paksa yang jadi kebijakan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Johannes Graaf van den Bosch.
Kala itu, di sejumlah wilayah di Nusantara, petani dipaksa untuk menanam tanaman yang dianggap bisa dijual mahal dan menguntungkan di Eropa, salah satunya adalah teh.
Saat ini industri teh melaju pesat di kota Slawi dan menjadi kota produsen teh terkemuka di Indonesia, bahkan tugu teh poci raksasa terpampang di depan Masjid Agung Slawi.
Banyak pabrik-pabrik teh nasional yang lahir di kota ini seperti PT. Sinar Sosro di Slawi yang memproduksi minuman teh kemasan. Pabrik tersebut didirikan oleh Sosrodjojo sekitar tahun 1940-an.
Ada juga Tong Tji, pabrik teh yang berdiri di Tegal sekitar tahun 1938 dengan nama perusahaan “Teh Dua Burung Wangi”.
Kemudian ada PT. Tang Mas dengan produk tehnya berlabel “Dua Tang”, didirikan sekitar 1942.
3. Industri Shuttlecock
Industri rumahan shuttlecock atau Kok ini juga termasuk penyokong julukan Tegal sebagai “Jepangnya Indonesia”.
Industri kok ini pernah berjaya antara 1970 hingga 1980-an dan termasuk dalam 3 industri besar selain industri logam dan industri teh.
Pabrik kok terbesar yang ada di Tegal adalah Garuda Shuttlecock yang berada di Jl. Serayu, Panggung, Kota Tegal. Bermula dari pabrik kok tersebut, lambat laun lahirlah industri-industri rumahan yang juga memproduksi kok.
Perkampungan yang menjadi perajin kok ini berada di Desa Lawatan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal. Tapi seiring berjalannya waktu industri kok ini kian meredup.
Nah, bagi kamu yang kebetulan berkunjung ke Tegal, coba deh tengok sentra penghasil kok ini.
FYI nih, industri kok di Tegal berbeda dengan industri kok di beberapa daerah lain. Kalau daerah lain memproduksi kok dengan bulu ayam, industri kok di Tegal memproduksi kok dari bulu itik dan bulu angsa. Kok dari bulu angsa ini sudah standar nasional loh.
Itulah 3 industri besar penyokong julukan Tegal sebagai kota “Jepangnya Indonesia”.
Tunggu apa lagi? Ayo segera ke Tegal!
Artikel Menarik Lainnya:
-
Film Titanic Tayang Ulang Februari 2023, Sejumlah Fakta Uniknya Bikin Tercengang
-
Kisah Sepasang Batu yang Memilukan di NTT, Konon Sering Berpindah-pindah Secara Misterius
-
Kepincut Kuliner Indonesia, Bule Aussie Jualan Jamu hingga Jajanan Pasar di Sydney
-
Berburu Undangan Pernikahan Murah di "Kolong" Pasar Tebet, Kaesang-Erina Pesan di Sini?
-
Makan Burger Karen's Diner Seharga Ratusan Ribu tapi Dijutekkin Pelayannya, Worth It Gak?
Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: