Belum lama ini, beredar sebuah video yang memperlihatkan jutaan belalang menyerbu pemukiman warga. Video itu membuat netizen heboh dan mengaitkannya dengan bencana yang pernah terjadi di zaman Nabi Musa AS.
Dilihat dalam unggahan yang dibagikan di akun Instagram @jktnewss, terdengar seorang pria panik saat menyaksikan jutaan belalang menyerbu pemukimannya yang berada di Waingapu, Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Hari ini tanggal 6 januari 2023. Lihat pertanda apakah ini? Tuh lihat di lapangan hama belalang, ini di Waingapu di depan rumah saya," ujarnya, seperti yang dikutip Indozone, Selasa (10/1/2023).
Ia pun lantas mengatakan, kalau apa yang terjadi di depan rumahnya mirip seperti kejadian di zaman Nabi Musa AS, di mana jutaan belalang menyerbu kerajaan Firaun.
"Lihat, di lapangan depan seperti ini. Seperti yang terjadi pada zaman Nabi Musa," bebernya.
Sontak hal itu pun dikatakan netizen dengan datangnya bencana. Apalagi pada zaman Nabi Musa AS sendiri erangan belakang dikirimkan Allah SWT untuk menghukum kaum Nabi Musa AS.
Serangan Belalang di Zaman Nabi Musa AS
Dikisahkan dalam Kitab Kisah Para Nabi karya Imam Ibnu Katsir, Nabi Musa AS berdoa kepada Allah SWT untuk menurunkan bencana kepada kaumnya yang durhaka.
Saat itu kaumnya dan Raja Fir'aun yang sudah tertekan, mendatangi Nabi Musa dan berjanji akan beriman. Musa pun berdoa kepada Tuhannya agar bencana yang menimpa Firaun dan kaumnya segera berakhir.
Baca juga: Tak Disangka, Ternyata Belalang Gurun Jadi Hama Paling Berbahaya di Muka Bumi Ini
Namun, mereka tak menepati janji dan tetap saja mempertahankan kekufuran mereka. Sehingga setelah itu Allah mengutus belalang sebagai bencana bagi mereka.
Belalang-belalang itu memakan tanaman. Bahkan serangga itu juga menggerogoti paku yang terbuat dari besi yang digunakan untuk memperkuat bangunan, sehingga rumah-rumah mereka menjadi roboh.
Setelah itu, mereka kembali meminta kepada Musa untuk menghentikan bencana dan berjanji akan beriman. Musa pun berdoa pada Allah dan serangan belalang hilang.
Namun janji itu tak juga ditempati. Sehingga Allah menurunkan kutu-kutu sebagai bencana baru bagi mereka, begitu seterusnya hingga mereka beriman.
Baca juga: Terganggu oleh Hama Belalang, Bupati Sumba Tengah Perintahkan Seluruh OPD Turun Tangan
Bukan Kali Pertama
Sementara itu, apakah fenomena serangan belalang di NTT menjadi tanda datangnya bencana seperti di zaman nabi Musa AS, tak ada yang bisa memastikan. Wallahu'alam bisshawab.
Tetapi serangga belalang di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurut Peneliti Ahli Bidang Entomologi Pusat Riset Zoologi Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ikhsan Guswenrivo serangan belalang dipicu karena kenaikan populasi belalang kembara yang mengalami transformasi dari 51 spesies anggota Acrididae yang kerap menjadi hama pertanian.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: