Selasa, 14 DESEMBER 2021 • 16:24 WIB

Arkeolog di China Temukan Baju Armor Berumur 2.700 Tahun di Dalam Makam Kuno

Author

Baju yang ditemukan di dalam makam kuno. (Foto/D.L. Xu/P. Wertmann/M. Yibulayinmu)

Arkeolog di China menemukan baju armor dari kulit di dalam sebuah makam kuno di Yanghai dekat kota modern Turfan. Baju yang ditaksir berusia 2.700 tahun itu ditemukan dalam keadaan masih dipakai oleh seorang ksatria di dalam makam tersebut.

Dikutip dari SCI News, Selasa (14/12), baju tersebut dilengkapi dengan potongan kulit berbentuk sisik sebanyak 5.444 sisik kecil dan 140 sisik besar, juga dilengkapi dengan tali berlapis kulit. Banyaknya sisik tersebut membuat baju itu punya berat mencapai 5 kilogram.

"Armor Yanghai adalah pakaian yang berbentuk rompi untuk menutupi bagian depan, selangkangan, samping dan punggung bawah," ujar Dr. Patrick Wertmann dari Institute of Asian and Oriental Studies di University of Zurich dan rekan-rekannya.

“Potongan tali kekang yang ditemukan di makam menunjukkan bahwa pemiliknya adalah seorang penunggang kuda,” sambungnya.

Baju yang diperkirakan ada di periode 786-543 SM itu diproduksi secara profesional bersamaan dengan meningkatnya penggunaan kereta dalam perang.

"Armor ini kemudian menjadi bagian dari peralatan standar pasukan militer Kekaisaran Neo-Asyur, yang meluas dari bagian Irak saat ini ke Iran, Suriah, Turki, dan Mesir," ujarnya.

Hingga kini, para arkeolog masih belum mengetahui jelas apakah baju besi Yanghai ini milik tentara asing atau di ambil dari pasukan asing yang singgah di wilayah tersebut.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Zega

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU