Jumat, 29 JANUARI 2021 • 15:25 WIB

Kandungan Senyawa Psilocybin dalam Jamur Psychedelic Bisa Kurangi Kecemasan dan Stress

Author

Magic mushroom atau dikenal Jamur Psychedelic. (photo/Dok. Wikipedia)

Menurut sebuah studi terbaru, dimana satu dosis psilocybin, senyawa yang ditemukan dalam jamur psychedelic, bisa memberikan 'perbaikan signifikan' dalam mengurangi stres dan kecemasan pada pasien kanker, setidaknya hingga lima tahun setelah dikonsumsi. 

Terdapat sekelompok peneliti dari New York University's Grossman School of Medicine, menemukan bahwa dalam hubungannya dengan psikoterapi, pasien kanker mengalami peningkatan dalam tekanan emosional dan eksistensial, usai diberikan psilocybin. Studi ini pun dipublikasikan pada Journal of Psychopharmacology.

Dalam studi sebelumnya, tim peneliti melaporkan bahwa penggunaan psilocybin menghasilkan "peningkatan yang cepat, substansial, dan berkelanjutan dalam mengatasi kegelisahan dan depresi yang sebabkan penurunan demoralisasi dan keputusan pada pasien kanker. Selain itu, terdapat peningkatan kesejahteraan spiritual dan kualitas hidup".

Dalam studi terbaru ini, yang merupakan tindak lanjut jangka panjang dari rangkaian pasien yang sama, ditemukan adanya dampak positif yang berkelanjutan. Sebanyak 71 persen partisipan mengaku bahwa hidup mereka menjadi lebih baik setelah mengalami terapi psilocybin. Melihat hal itu, Dr. Stephen Ross, selaku pemimpin studi itu dan para timnya memberikan komentar.

"Mereka bahkan menjadikannya pengalaman paling bermakna dan memiliki dampak signifikan secara spiritual di kehidupan mereka," ungkap para peneliti.

"Temuan kami menyarankan bahwa terapi psilocybin merupakan cara yang menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan emosional, psikologis, dan spiritual pasien kanker," ujar Dr. Stephen Ross selaku pemimpin studi. 

Peneliti juga mengatakan psilocybin dapat menjadi alat yang berguna untuk meningkatkan efektivitas psikoterapi. Meskipun mekanisme yang tepat belum sepenuhnya dipahami, tetapi para ilmuwan yakin obat itu dapat membuat otak menjadi lebih fleksibel.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Tags
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU