Senin, 20 APRIL 2020 • 12:14 WIB

Arti Kode 4:20, Benarkah Kode Para Penikmat Ganja?

Author

Ilustrasi kode '4:20' yang disebut kode para penikmat ganja. (INDOZONE/M. Fadli)

Tanggal 20 April yang jatuh hari ini diperingati sebagai Hari Legalisasi Ganja Sedunia. Para pendukung gerakan itu bersikukuh bahwa ganja itu harusnya dilegalkan karena dapat digunakan untuk medis dan sebagainya. 

Bertepatan dengan itu pula, kode angka 4:20 kerap juga dihubung-hubungkan dengan perayaan legalisasi ganja sedunia tersebut. Dan itu terlihat menjadi kode di berbagai media, mulai kaos, mural, tato, dan lain-lainnya.

Ilustrasi tanaman mariyuana atau ganja. (Pexels/Harrison Haines).

Konon, ada sebagian yang mengartikan kode ini berkaitan dengan penanggalan orang Amerika untuk Hari Legalisasi Ganja Sedunia, tanggal 20 bulan 4 atau yang biasa ditulis 4,20. Namun ada sebagian lagi yang mengatakan bahwa kode tersebut menandakan jam yang tepat untuk menikmati ganja di sore hari saat perayaan 20 April tersebut.

Lalu, apa sebenarnya kode 4:20 dan asal usulnya?

Melansir dari Wikipedia, kode 4:20 (dibaca four twenty) memang ditujukan sebagai kode dalam budaya ganja yang mengacu pada konsumsi ganja. Hal itu biasa dilakukan pada waktu yang santai sekitar 4:20 sore di tanggal 20 April. 

Lalu bagaimana sejarahnya. Wikipedia sendiri merangkum dari berbagai sumber menjelaskan, penetapan tanggal tersebut merujuk pada kelakuan Geng Waldos yang terdiri dari lima remaja bengal asal California, Amerika Serikat pada 1970-an silam. 

Dalam sejarahnya, kelima remaja suka berkumpul di sekitaran patung kimiawan legendaris Louis Pasteur yang dibangun di sekolah mereka. Biasanya mereka bertemu pada pukul 4:20 di saat hampir semua kegiatan sekolah berakhir. 

Patung Louis Pasteur di San Rafael High School yang dipakai gang weldos untuk berkumpul mengisap ganja. (Wikipedia).

Mereka menghabiskan waktu mereka dengan merokok ganja. Sampai akhirnya, kode '4:20' itu menjadi ajakan untuk ngumpul sambil menghisap ganja. 

Ternyata, kebiasaan itu digaungkan setelah salah satu dari mereka lulus sekolah dan menerapkannya di grup musik mereka. Dan itu menular ke band lainnya yang kemudian membuat selebaran khusus untuk mengajak para penggemarnya ikutan menghisap ganja pada 20 April, pukul 4.20. 

Kode 4:20 yang dipakai penikmat ganja di dunia. (Pixabay/GDJ).

Sampai akhirnya majalah di AS High Times pada 1991 menggunakan 420 sebagai kode ganja yang kemudian ditetapkan setiap tahunnya. Bahkan kegiatan ini juga diikuti para penikmat msuik di Indonesia.

Kendati seperti itu, kode ini sangat diawasi oleh para aparat, khususnya para polisi narkotika di beberapa negara yang belum melegalkan ganja. Para polisi itu akan menargetkan mereka yang menjadikan kode itu sebagai ajakan untuk menikmati ganja. 

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU