Selasa, 23 JUNI 2026 • 10:33 WIB

Peringatan untuk Weton Legi di Bulan Suro yang Wajib Kamu Tahu Biar Nggak Menyesal

Author

Ilustrasi Peringatan untuk Weton Legi di Bulan Suro. (Foto: Gemini AI)

INDOZONE.ID - Malam satu Suro selalu punya cerita sendiri buat masyarakat Indonesia, terutama yang masih kental dengan budaya Jawa.

Peta kosmologi tradisi ini menilai momen pergantian tahun Jawa bukan cuma sekadar ganti kalender biasa.

Ada transisi energi spiritual besar-besaran yang terjadi di alam semesta. Menariknya, kanal YouTube @ALM membagikan sebuah wejangan spiritual yang cukup mendalam.

Inti pembahasannya adalah sebuah peringatan untuk Weton Legi di Bulan Suro agar mereka lebih waspada dan mempersiapkan diri dengan baik.

Dunia spiritual spiritual saat ini sedang tidak main-main, jadi tidak ada salahnya buat kita untuk menyimak apa saja yang perlu diantisipasi.

Baca juga: Weton Legi di Bulan Suro 2026: Antara Ujian Hidup Berat dan Wahyu Kejayaan yang Melimpah

Misteri Malam Satu Suro dan Dimensi Gaib yang Menipis

Bulan Suro atau yang dalam kalender Islam dikenal sebagai bulan Muharram dipandang sebagai waktu yang sangat keramat dan sakral.

Pada malam satu Suro, dipercaya terjadi sebuah fenomena spiritual di mana pembatas antara dunia manusia dan dunia gaib menjadi sangat tipis, bahkan ibarat selembar kertas. Gerbang gaib terbuka lebar sehingga interaksi antar dimensi ini meningkat drastis.

Selain itu, ada juga kepercayaan lokal yang menyebutkan bahwa pada momen awal bulan Suro ini, ribuan arwah leluhur akan turun dan kembali ke bumi.

Tujuan mereka tidak lain adalah untuk menyambangi atau mengunjungi keluarga mereka yang masih hidup di dunia nyata.

Suasana mistis yang kuat inilah yang membuat suasana awal tahun baru Jawa selalu terasa berbeda dan penuh khidmat.

Alasan Weton Legi Harus Ekstra Waspada

Dari sekian banyak weton, peringatan untuk Weton Legi di Bulan Suro menjadi sorotan utama dalam wejangan spiritual kali ini.

Mengapa demikian? Berdasarkan perhitungan primbon Jawa, gesekan energi spiritual yang kuat pada malam satu Suro akan memicu semacam pertarungan energi di dalam diri mereka.

Masa rawan ini diprediksi berlangsung cukup intens sejak malam satu Suro hingga tanggal 10 Suro.

Kondisi ini bakal terasa jauh lebih sensitif bagi pemilik Weton Legi yang kebetulan memiliki bakat bawaan unik seperti tulang wangi atau darah manis.

Orang-orang dengan kelebihan ini biasanya memiliki radar spiritual yang jauh lebih peka dibandingkan orang awam.

Efeknya, mereka akan menjadi sangat peka terhadap keberadaan makhluk astral atau lelembut di sekitar mereka.

Energi yang sedang tidak stabil atau mobat-mabit ini mengharuskan para pemilik weton tersebut untuk ekstra hati-hati dalam bertindak dan menjaga pikiran agar tetap jernih.

Laku Keprihatinan dan Tradisi Betah Melek

Karena bulan ini dianggap sebagai masa yang penuh keprihatinan, masyarakat Jawa biasanya tidak menyambutnya dengan pesta pora atau perayaan duniawi yang meriah.

Alih-alih bersenang-senang, mereka justru fokus melakukan laku spiritual atau tirakat demi mengelola batin dan menahan hawa nafsu.

Salah satu tradisi yang paling populer adalah betah melek, alias sengaja terjaga semalam suntuk hingga waktu subuh tiba.

Baca juga: Misteri Weton Legi di Bulan Suro: Antara Kedatangan Berkah Perlindungan atau Munculnya Hantu dari Masa Lalu

Ilustrasi Peringatan untuk Weton Legi di Bulan Suro. (Foto: Gemini AI)

Selama momen begadang spiritual ini, orang-orang disarankan untuk memperbanyak doa, membaca sholawat, dan merenungkan segala kesalahan yang telah diperbuat di masa lalu. 

Selain menjaga diri agar tetap waspada, momen ini dimanfaatkan untuk memohon keselamatan langsung kepada Tuhan Yang Maha Esa supaya terhindar dari segala musibah, marabahaya, dan bala di tahun yang baru.

Mengenal Topo Bisu dan Ritual Suroan

Selain begadang, ada aksi keprihatinan kolektif lain yang tak kalah unik, yaitu bertapa, meditasi, hingga topo bisu.

Ritual topo bisu ini dilakukan dengan cara berjalan kaki mengelilingi wilayah atau area tertentu, seperti yang biasa dilakukan di lingkungan keraton Yogyakarta saat mengitari benteng.

Selama proses berjalan kaki ini, pelaku ritual dilarang keras mengucapkan satu patah kata pun. Ini adalah sebuah simbol kuat untuk melatih pengendalian diri dan menjaga lisan dari hal-hal negatif.

Bulan Suro juga identik dengan ritual pembersihan fisik dan pembersihan spiritual berskala besar, atau yang sering disebut suroan.

Di sinilah momen jamas pusaka terjadi, yaitu tradisi memandikan dan merawat benda-benda antik yang dikeramatkan seperti keris dan tombak.

Bukan cuma milik perorangan, benda pusaka dan kereta kencana milik keraton pun turut dibersihkan.

Ritual ini dilengkapi dengan kirab kebo bule dan acara ruatan atau siraman mandi besar secara massal maupun personal.

Tujuannya sangat jelas, yaitu untuk membuang sengkolo atau kesialan serta membersihkan diri lahir dan batin dari energi negatif.

Pantangan Keras yang Nggak Boleh Dilanggar

Hal lain yang tidak boleh diabaikan dalam peringatan untuk Weton Legi di Bulan Suro adalah kepatuhan terhadap pantangan adat.

Berdasarkan petunjuk primbon, masyarakat dilarang keras untuk mengadakan hajatan geden atau acara besar seperti pesta pernikahan dan juga dilarang untuk pindah rumah selama bulan Suro.

Seluruh aktivitas sosial yang sifatnya selebrasi besar sebaiknya diistirahatkan atau dilerenkan dulu untuk sementara waktu.

Mitosnya, melanggar kesakralan bulan prihatin ini dipercaya bisa mendatangkan kesialan, mengundang bala, hingga memicu ketidakharmonisan di dalam kehidupan rumah tangga ke depannya.

Oleh karena itu, daripada nekat mengambil risiko, para sesepuh selalu menyarankan untuk menunda dulu rencana-rencana besar tersebut sampai bulan Suro berakhir.

Baca juga: Mengenal Weton Legi, Si Pengembara Rohani yang Sering Merasa Terjebak Takdir

Ilustrasi Peringatan untuk Weton Legi di Bulan Suro. (Foto: Gemini AI)

Hal ini sebenarnya mengajak kita semua, khususnya para pemilik Weton Legi, untuk kembali fokus pada esensi kehidupan yang sesungguhnya.

Hidup di dunia ini memang penuh dengan misteri dan dinamika energi yang kadang tidak kasat mata.

Daripada merasa takut secara berlebihan terhadap hal-hal mistis, alangkah baiknya jika energi tersebut dialihkan untuk meningkatkan kualitas spiritual diri sendiri.

Bagi kamu yang memiliki Weton Legi, jadikan peringatan dari video YouTube @ALM ini sebagai pengingat untuk lebih rajin beribadah, memperbanyak doa, dan mensyukuri nikmat yang sudah ada.

Dengan hati yang bersih, pengendalian diri yang kuat, serta kedekatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, niscaya segala masa rawan bisa dilewati dengan aman.

Jalani hari-hari ke depan dengan penuh kewaspadaan, dan semoga hidup kita semua selalu dipenuhi dengan kemuliaan serta ditunjukkan jalan terbaik yang membawa keselamatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU