INDOZONE.ID - Para peneliti mencatat bahwa kepercayaan terhadap astrologi sudah berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Mereka yang mulai dekat dengan astrologi kemudian mencari tahu, apakah ada ciri-ciri umum di antara orang-orang yang mau percaya pada ilmu semu yang tidak memiliki bukti kegunaannya.
Astrologi merupakan sistem kepercayaan dan praktik kuno yang mempelajari hubungan antara posisi dan pergerakan benda langit (Matahari, Bulan, planet, rasi bintang) dengan kehidupan, karakter, serta peristiwa di Bumi.
Praktik ini menggunakan bagan kelahiran (horoskop) untuk menafsirkan nasib seseorang, namun dianggap sebagai pseudosains karena tidak didukung bukti ilmiah.
Baca juga: Mengenal Astrologer dan Rahasia Astrologi Tradisional, Nggak cuma Ramal Zodiak dan Cinta
Lantas, apa jadinya kalau astrologi itu diperkuat oleh kehadiran teknologi berbasis AI? Simak penjelasannya di bawah ini.
Matchmaking Party Berbasis AI dan Astrologi
AICO, komunitas AI terbesar di Indonesia dengan lebih dari 20.000 anggota, berhasil mengadakan Cosmic Affair, sebuahmatchmaking party berbasis teknologi AI dan astrologi yang dirancang sebagai eksperimen sosial terkurasi.
Co-Founder AICO, Reynaldi Francois, mengungkapkan ide di balik konsep pesta yang menggabungkan astrologi dan kecerdasan buatan (AI).
Ia menilai minat masyarakat terhadap astrologi, baik Barat maupun China, masih cukup tinggi, terutama dalam hal mencari kecocokan pasangan, relasi pertemanan, hingga menentukan arah hidup.
"Jadi, kita pikir kenapa nggak kita bikin konsep party, ratusan orang datang ke satu tempat, tapi cara mereka dicocokin ngobrolnya sama siapa, hangout sama siapa, itu ditentuin sama astrologi dan AI," ujar Reynaldi Francois saat ditemui Indozone di Jakarta, Minggu (15/2/2026).
Berangkat dari fenomena tersebut, ia kemudian menggagas konsep acara yang mempertemukan ratusan orang dalam satu tempat, di mana interaksi sosial seperti mengobrol atau berkenalan diarahkan berdasarkan analisis astrologi yang dibantu teknologi AI.
Sistem tersebut, menurutnya, membantu peserta memahami karakter astrologi masing-masing sekaligus alasan potensi kecocokan dengan orang tertentu.
"AI yang ngebantu supaya mereka ngerti nih astrologinya apa nih, artinya kenapa cocok sama orang ini," ujarnya.
Cara Kerja Matchmaking Party
Peserta hanya perlu memasukkan data kelahiran melalui ponsel masing-masing, lalu sistem AI menampilkan profil peserta, zodiak, penjelasan kepribadian berdasarkan zodiak, serta analisis BaZi dan interpretasi karakternya.
Saat sesi matchmaking dimulai, peserta kemudian dipasangkan dengan peserta lain yang dinilai paling cocok oleh sistem AI.
Dalam setiap sesi, peserta menerima notifikasi serentak yang menampilkan identitas match mereka beserta alasan kecocokan yang dianalisis AI.
Reynaldi menjelaskan bahwa konsep ini dirancang agar AI dapat diakses secara inklusif oleh siapa saja tanpa batasan latar belakang.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat untuk terhubung dengan orang baru secara lebih terarah. Di tengah meningkatnya rasa kesepian, kebutuhan akan koneksi yang relevan semakin besar,” jelasnya.
Sementara itu, Co-Founder AICO Tommy Teja menambahkan bahwa Cosmic Affair merupakan langkah awal dari eksplorasi konsep event berbasis AI.
Baca juga: 5 Zodiak Pria Paling Perfeksionis dalam Dunia Kerja Menurut Astrologi
“Ini adalah event pertama kami dengan konsep party berbasis AI dan astrologi. Jika responsnya positif, kami terbuka mengembangkan konsep ini dalam skala lebih besar, berkolaborasi dengan berbagai pihak, atau bahkan merilis aplikasinya secara luas sesuai roadmap yang telah disiapkan,” ujar Tommy Teja.
Tommy juga menegaskan bahwa seluruh data peserta hanya digunakan untuk kepentingan acara dan tidak disimpan setelah kegiatan berakhir, guna memastikan keamanan serta privasi pengguna.
Melalui Cosmic Affair, AICO menegaskan komitmennya untuk menjadikan AI tidak hanya sebagai teknologi canggih, tetapi juga alat praktis yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk untuk membangun koneksi sosial, kolaborasi kreatif, dan peluang baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung