INDOZONE.ID - Seorang pria Kanada bernama Brent Chapman yang menderita tuna netra berencana menanamkan gigi ke dalam matanya untuk mendapatkan kembali penglihatannya.
Brent Chapman menjalani operasi "gigi di mata" yang disebut sebagai operasi osteo-odonto keratoprosthesis (OOKP) di Rumah Sakit Mount Saint Joseph.
OOKP adalah prosedur pertama dalam sejarah Kanada. Prosedur ini menggunakan gigi pasien untuk membuat kornea buatan dengan cara mencabut gigi, mengikisnya hingga berbentuk persegi panjang, mengebor lubang dan menempatkan lensa optik plastik di dalamnya.
Kemudian, gigi ditempatkan di dalam pipi pasien selama tiga bulan sehingga gigi dapat memperoleh lapisan jaringan ikat untuk dijahit dan ditempatkan di dalam mata.
Mata kemudian dipersiapkan dengan memotong lapisan atas permukaannya dan menggantinya dengan cangkok jaringan lunak.
Dr. Greg Moloney dan timnya, mengaku akan membuka klinik OOKP sendiri karena percaya akan kemungkinan keberhasilan dari prosedur ini.
"Jika kami berhasil menjalankan dan menstabilkannya di Vancouver, maka kami akan menjadi satu-satunya pusat operasi yang aktif di Amerika Utara," kata Moloney seperti dilansir Unilad, Rabu (5/3/2025).
"Ini adalah operasi langka yang belum pernah didengar oleh kebanyakan orang, bahkan jika kamu adalah seorang ahli bedah mata," kata dokter yang merupakan dokter spesialis mata dan ahli bedah di Rumah Sakit Mount Saint Joseph tersebut.
Sebelum memutuskan untuk menjalani operasi OOKP, Brent Chapman telah menjalani 50 operasi selama dua dekade terakhir untuk memulihkan penglihatannya.
Pria 33 tahun ini buta pada kedua matanya karena penyakit autoimun langka yang dikenal sebagai sindrom Stevens-Johnson, yakni kondisi kulit serius yang terjadi ketika tubuh bereaksi terhadap obat-obatan tertentu.
Meskipun operasi sebelumnya memungkinkan penglihatannya kembali sebagian untuk sementara, penglihatannya selalu memudar, dan sekarang setelah melakukan operasi OOKP ia dapat memperoleh penglihatannya kembali untuk selamanya.
"Ketika saya mendapatkannya kembali, kamu tahu, itu akan menjadi semacam dorongan yang luar biasa. Lalu saya akan kehilangannya lagi dan itu akan sangat menyakitkan, dan saya seperti tenggelam dalam depresi ini," ungkap Brent Chapman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unilad.com