Ilustrasi Matah Ati. (Wikipedia)
Selain R.A Kartini, terdapat sosok perempuan yang memiliki gaung akan ketangkasannya dalam membela hak perempuan di Indonesia. Namun adakah yang kenal dengan prajurit perempuan yang disebut Matah Ati?
Mungkin namanya terdengar asing namanya lantaran jarang disebutkan dalam sejarah. Namun ketangkasan beliau sangatlah besar bagi kehidupan perempuan di Nusantara.
Baca Juga: Desa Jago-jago Situs Kota Kosmopolitan yang Hilang, Sejarawan Terkejut Temukan Hal Ini
Dikutip dari Jurnal Panggung 'Mbok Mase', nama Roro Rubiyah atau dikenal dengan Raden Ayu Matah Ati menjadi figur keperkasaan perempuan Jawa sebelum abad ke-20.
Perempuan pada abad 20 dianggap sebelah mata. Matah Ati yang merupakan prajurit perempuan dan Mangkunagaran berperan penting dalam pendirian Kadipaten Mangkunegaran.
Ia membantu gerilya Raden Mas Said yang pada akhirnya bertakhta dengan gelar kehormatan, Mangkunagara I.
Babad Jawi yang pernah mengisahkan sosok Matah Ati menyebut jika beliau memiliki kemampuan yang luar biasa dari prajurit peremupuan yang pernah ada.
Bahkan dibanding-bandingkan dengan prajurit laki-laki, nama Matah Ati masih lebih unggul dalam hal ketangkasan dan strategi menghadapi konflik.
Kisah kehebatannya menginspirasi Atilah Soeryadjaya, cucu dari Mangkunagara VII untuk membuat sendratari yang menggambarkan keperkasaan pasukan estri Mangkunegaran itu, berjudul Matah Ati.
Tarian yang melibatkan penari berjumlah ratusan orang tersebut dipentaskan pada tahun 2010-2015 di beberapa negara dan tempat, seperti Singapura, Malaysia, Taman Ismail Marzuki, dan teristimewa di halaman depan Pura (kerajaan) Mangkunagaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: