Hewan yang dibunuh secara massal karena timbulkan wabah. (Unsplash)
Manusia dan hewan memang tak bisa lepas dari kehidupannya satu sama lain. Hal ini karena kedua makhluk hidup ini memiliki keterikatan satu sama lain untuk memenuhi kebutuhannya masing-masing.
Namun, ternyata manusia dan hewan juga memiliki hubungan yang tak baik lantaran memiliki sisi negatif. Sisi negatif itu terlihat dari sejumlah hewan yang dapat menjadi perantara penyebaran penyakit yang mematikan bagi manusia.
Baca Juga: Bahaya, di Amerika Serikat Ada Lonjakan Kasus Flu Misterius, Infeksi Ribuan Warga
Dianggap menjadi wabah penyakit, 5 hewan berikut pun menjadi sasaran manusia untuk dibunuh secara massal. Hal ini untuk menghilangkan wabah dan melanjutkan kelangsungan hidup manusia di masa mendatang. Hewan apa saja ya?
1. Kelelawar
Hewan ini tentu menjadi sangat famous hingga kini lantaran wabah yang disebabkannya masih kita rasakan dan mengubah dunia secara besar-besaran dari segala aspek.
COVID-19 dipercaya oleh banyak orang disebabkan dari kelelawar yang semula diperjual belikan oleh sebuah kota di China, Wuhan untuk dijadikan santapan sehari-hari. Hal ini diperkuat lantaran Wuhan menjadi kota pertama yang memiliki kasus kematian akibat COVID-19.
Kabar tersebut lantas membuat orang-orang di belahan dunia lain merasa panik. Mereka kini merasa khawatir kalau kelelawar yang ada di dekat tempat tinggal mereka mungkin bakal menjadi perantara penyebaran virus corona juga.
Akibat pola pikir itulah, kawanan kelelawar di sejumlah lokasi menjadi sasaran pembantaian. Pada bulan Maret 2020, pemerintah kota Solo di Jawa Tengah memusnahkan ratusan ekor kelelawar yang dijual di pasar hewan Depok. Kelelawar-kelelawar tersebut banyak dijual di sana karena bisa diolah menjadi bahan obar tradisional.
2. Nyamuk
Tentu saja penyakit yang ada dikepala kamu ketika mendengar nama serangga ini ialah demam berdarah. Hal ini lantaran nyamuk mampu menyebarkan virus dari gigitannya yang berpindah-pindah.
Sepanjang perjalanan sejarahnya, manusia sudah melakukan segala cara untuk membasmi nyamuk. Mulai dari menyemprotkan pembasmi serangga hingga menaburi bubuk abate ke air untuk membunuh jentik-jentiknya.
Tindakan preventif seperti memasang kawat nyamuk dan obat nyamuk bakar juga dilakukan supaya nyamuk tidak menggigit manusia saat sedang tidur.
3. Babi
Pada tahun 2009 lalu, babi juga sempat menjadi momok. Wabah flu babi yang muncul di tahun tersebut menjadi penyebabnya. Meskipun diberi nama flu babi, penyakit ini aslinya hanya bisa menular dari manusia ke manusia. Sebutan flu babi diberikan karena virus penyebab penyakit ini memiliki kemiripan dengan virus flu yang menjangkiti babi.
Virus flu babi menjadi salah satu penyakit yang ditakuti oleh dunia lantaran menyebabkan hampir 300 ribu orang meninggal dunia. Hal ini disebabkan oleh aktivitas masyarakat dunia yang sangat gemar mengonsumsi daging babi.
Atas penyebaran penyakit tersebut, negara Mesir memusnahkan lebih dari 300 ribu ekor babi sebagai aksi kampanye penanggulangan flu babi. kibatnya, bentrokan pun sempat timbul antara aparat dengan peternak babi setempat. Tindakan pemerintah Mesir tersebut juga turut dikritik oleh PBB karena tidak ada bukti jika babi-babi di negara tersebut mengandung virus.
4. Ayam
Hewan yang satu ini sudah pasti dekat kaitannya dengan manusia. Bahkan ada orang yang satu hari tidak makan ayam, maka ia akan merasa tidak bertenaga. Ayam memang menjadi makanan favorit kebanyakan orang. Meski begitu, hewan ini pernah menjadi sasaran manusia untuk dibunuh secara massal.
Tentunya kamu sudah tahu kenapa bukan? Ya, flu burung yang menurut peneliti wabah tersebut disebarkan melalui daging ayam. Flu burung juga menjadi momok karena virus ini bisa menular dari unggas ke manusia. Penularan biasanya terjadi ketika seseorang memegang bangkai unggas tanpa memakai perlengkapan pelindung.
Kasus pemusnahan massal ayam untuk mencegah penyebaran flu burung belum lama ini terjadi di Jepang pada bulan Mei 2021 lalu. Tidak tanggung-tanggung, jumlah ayam dan bebek yang dimusnahkan mencapai lebih dari 9 juta ekor.
5. Kucing
Kucing merupakan hewan peliharaan banyak orang. Penampilannya yang terkesan imut dan manja menjadi alasan banyak orang menyukai hewan tersebut.
Namun, rupanya kucing menjadi hewan yang pernah dimusnahkan oleh manusia secara massal. Hal tersebut disebabkan oleh wabah penyakit Maut Hitam (Black Death) yang menjangkiti Eropa di abad ke-17.
Wabah itu sendiri disebabkan oleh kuman penyakit yang menjangkiti tikus. Saat tikus tersebut digigit oleh kutu penghisap darah, kutu tersebut bisa membantu menyebarkan kuman tadi ke manusia melalui gigitan.
Jika ada seseorang yang sampai terjangkit, maka orang tersebut bisa meninggal. Di London, Inggris, jumlah korban tewas akibat wabah ini sempat mencapai 1.000 orang per minggunya.
Akibatnya, sekitar 40 ribu ekor anjing dan 200 ribu ekor kucing yang dibunuh di London saat wabah Maut Hitam masih berlangsung. Namun tindakan tersebut diperkirakan hanya semakin memperparah wabah karena tidak adanya kucing menyebabkan tikus pembawa penyakit ini bisa berkembang biak tak terkendali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: