Ilustrasi cedera otak. (NewsYork)
Beberapa orang memiliki keberuntungan dengan selamat dari maut yang mengancam nyawanya. Bahkan tak jarang, jika hal itu dialami orang lain tentunya memiliki kisah yang berbeda.
Cedera otak merupakan hal yang fatal dan mengancam keselamatan pada manusia. Hal ini lantaran seluruh saraf yang mengatur pergerakan tubuh berpusat pada otak. Sehingga apabila otak mengalami cedera, hal ini mempengaruhi fungsi kerja tubuh manusia dalam beraktivitas.
Baca Juga: Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Sering Bangun Tidur Sebelum Alarm Bunyi?
Berikut ini terdapat 3 peristiwa maut yang menyebabkan korbannya mengalami cedera otak. Namun, korban cedera tersebut mampu bertahan hidup dan selamat dari insiden yang membahayakan nyawanya.
1. Mencakar kepala hingga otak luka
Insiden pertama datang dari seorang wanita asal Amerika Serikat berinisial M. Supaya mampu merasa tenang dari tekanan hidupnya, M aktif mengonsumsi minuman beralkohol dan narkoba jenis heroin.
Usai dua tahun melakukan pola hidup seperti itu, M merasakan gatal yang tak karuan dikepalanya. Ia pun lantas memeriksakan diri pada dokter, namun dokter tak menemukan parasit apapun.
Hingga suatu malam, ia tak dapat menahan gatalnya kepala, M terbangun dari tidurnya dengan merasakan adanya cairan hijau menetes di wajahnya. Ia pun langsung memeriksakan kondisi tersebut ke Rumah Sakit Umum Massachusetts di Amerika Serikat. Di sana, M kemudian menjalani operasi pada kepalanya.
Alangkah terkejutnya tim medis, ketika mengetahui jika cairan hijau tersebut adalah serpihan otak yang hancur. Hal ini diakibatkan saking kerasnya M menggaruk setiap malam, tengkoraknya sampai berlubang sehingga otaknya pun terluka dan merembes keluar.
Akibatnya, otak M pun menjadi korban saat M menggaruk kepalanya sendiri. Ia sekarang hanya bisa duduk di atas kursi roda karena sisi kiri tubuhnya mengalami kelumpuhan.
2. Kehilangan otak bagian atas karena kecelakaan
Carlos Rodriguez ialah seorang pria yang beruntung mampu selamat dari kecelakaan yang menimpanya. Saat sedang dalam pengaruh obat-obatan, Carlos nekat mengendarai mobil sendirian hingga menabrak tiang listrik di tepi jalan.
Akibat insiden tersebut, ia terpaksa dilarikan ke rumah sakit di Florida dengan harus kehilangan sebagian otak dna tengkoraknya. Hal ini lantaran saat kecelakaan, Carlos terlontar dari kursi mobil dan terjatuh ke aspal dengan posisi kepalanya menghantam lebih dulu.
Kini, Carlos harus menjalani hidup dengan kondisi otak dan tengkorak yang tinggal separuh saja. Karena kepalanya kini tinggal separuh, Carlos pun sekarang memperoleh nama julukan “Halfy” (Si Separuh).
3. Otak tertembak pistol
Kejadian ini dialamai olah George, pria asal Kanada yang memiliki kelainan obsesif kompulsif (OCD). Kelainan ini ia alami sejak 1980-an sewaktu dirinya masih duduk di bangku sekolah menengah.
Akibat kelainannya ini, George sempat merasa putus asa dan ingin mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri menggunakan pistol pada 1983. Ia pun memasukkan moncong pistol ke dalam mulutnya, lalu menembakkannya hingga menembus otaknya.
Ajaibnya, George bukannya mati melainkan masih hidup lantaran peluru tersebut menembus tengkorak dan otak bagian kirinya. Ditambah lagi keberuntungan baginya ialah, OCD yang ia alami seketika sembuh atas insiden tersebut.
Belakangan diketahui bahwa saat peluru menembus otak George, peluru tersebut menghancurkan bagian otak George yang menyebabkan OCD. Dampaknya saat ia siuman kembali, George tidak lagi menderita OCD.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: