Bakteri. (photo/Ilustrasi/Pexels/CDC)
Seorang anak di California Utara alami infeksi otak yang langka dan mematikan setelah berenang di danau air tawar. Anak dengan usia yang lebih muda dari 10 tahun dan tinggal di Kabupaten Tehama, didiagnosis dengan meningoensefalitis amuba primer (PAM), infeksi otak yang hancurkan. Ini diungkapkan Badan Layanan Kesehatan Kabupaten Tehama dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada 4 Agustus.
Infeksi itu disebabkan oleh Naegleria fowleri, amuba mirkoskopis yang ditemukan di badan air tawar hangat, seperti danau, sungai, dan mata air panas. Anak itu kemungkinan besar tertular infeksi dari berenang di danau air tawar dalam Kabupaten Tehama, menurut pernyataan itu, yang tidak merinci danau tempat anak itu berenang.
Kondisi ini "sangat jarang" dengan hanya 10 kasus yang dilaporkan di California sejak 1971. Orang yang terinfekssi Naegleria fowleri ketika air yang terkontaminasi amuba naik ke hidung mereka. Dari sana, organisme dapat memasuki otak dan hancurkan jaringan otak.
Infeksi hampir secara universal fatal, dengan tingkat kelangsungan hidup kurang dari 3%. Hanya saja, menelan air yang terkontaminasi Naegleria fowleri tidak akan menyebabkan infeksi. Satunya cara untuk mencegah infeksi Naegleria fowleri adalah dengan menghindari berenang di air tawar.
Jika orang berenang di air tawar, mereka dapat mengurangi risikonya dengan tidak meletakkan kepala mereka di bawah air, atau menggunakan penjepit hidung untuk mencegah air naik ke hidung mereka. Hanya saja, pejabat kesehatan tidak beri rincian lebih lanjut mengenai kondisi anak itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: