Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 19 JULI 2021 • 13:29 WIB

Studi: Virus yang Menginfeksi Bakteri dapat Mengubahnya Menjadi Superbug

Studi: Virus yang Menginfeksi Bakteri dapat Mengubahnya Menjadi SuperbugBakteri. (photo/Ilustrasi/Pexels/CDC)

Virus yang menginfeksi bakteri dapat mendorong terjadinya evolusi superbug yang resistan terhadap obat dengan masukkan gen mereka ke dalam DNA bakteri. Virus yang menyerang bakteri, yang disebut fag, bertindak sebagai parasit karena mereka yang bergantung pada inangnya untuk bertahan hidup. 

Parasit virus sering membunuh inang mikroba mereka setelah menyusup ke DNA mereka. Ini diungkapkan oleh penulis studi senior yaitu Vaughn Cooper. Tapi kadang-kadang, fag menyelinap ke dalam genom bakteri dan kemudian berbaring, membuat perubahan yang licik pada perilaku bakteri. 

Misalnya, virus yang dapat mendorong bakteri untuk keluarkan racun yang membunuh fag didekatnya, sehingga virus menyimpan inang barunya untuk diri sendiri. Tetapi, menurut sebuah studi baru ini di jurnal Science Advances, mengisyaratkan bahwa fag juga fapat membantu inang bakteri mereka untuk kembangkan resistensi terhadap pengobatan antibiotik. 

Pada studi baru, tim pun berfokus pada Pseudomonas aeruginosa yang merupakan jenis bakteri yang menempati peringka di antara penyebab utama infeksi yang didapat di rumah sakit dan sering resistensi terhadap beberapa obat. Secara khusus, infeksi bakteri sering mempengaruhi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, baik dikarenakan kondisi seperti cystic fibrosis atau obat yang menekan sistem kekebalan tubuh. 

Mengetahui bahwa P. aeruginosa bisa sangat sulit untuk dibunuh, tim pun bertanya-tanya mengenai strain mikroba yang berbeda menumpuk satu sama lain, dan apa yang membuat strain superior begitu baik dalam memicu infeksi yang sulit diobati. 

Tim pun menjawab pertanyaan ini dengan memasukkan enam galur gen itu yang berbeda ke dalam luka bakar pada babi. Tidak lama kemudian 2 dari enam strain itu sepenuhnya mengambil ahli, mendorong yang lainnya menuju kepunahan.

Dua galur pemenang P. aeruginosa tidak segera menghasilkan biofilm saat memasuki babi, melainkan masuki keadaan berlendir protektif ini seiring berjalannya waktu. Untuk mengetahui alasannya, tim pun memperbesar DNA galur pemenang. Alih-alih pun menemukan mutasi kecil yang tersebar di seluruh DNA. Mereka pun mengidentifikasi potongan DNA asing ini sebagai milik fag, virus yang menginfeksi bakteri. Dan faktanya, fag itu pertama kali memasuki luka babi pada DNA strain bakteri yang hilang.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Studi: Virus yang Menginfeksi Bakteri dapat Mengubahnya Menjadi Superbug

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!