Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 30 JUNI 2021 • 15:31 WIB

Peneliti Ungkapkan Bagaimana Ledakan Supernova 1.000 Tahun Lalu Terjadi

Peneliti Ungkapkan Bagaimana Ledakan Supernova 1.000 Tahun Lalu TerjadiIlustrasi supernova. (photo/Ilustrasi/Dok. Wikipedia)

Jauh di tahun 1054 SM, ledakan bintang supernova menerangi langit dengan kecerahan yang cukup sehingga bisa dilihat dari Bumi pada siang hari, selama 23 hari berturut-turut. Sisa-sisanya masih ada sampai sekarang sebagai Nebula Kepiting, dan penelitian baru ini memberikan kita ide terbaik mengenai apa yang sebenarnya terjadi sehingga menyebabkan fenomena seperti itu.

Berdasarkan analisis supernova yang lebih baru dengan label SN 2018zd, para astronom berpikir baik SN 2018zd dan supernova 1054 CE adalah supernova penangkap elektron, jenis supernova ketiga yang langka di samping tipe I dan tipe II. Para ahli telah berpotesis mengenai jenis ledakan bintang ketiga ini selama beberapa dekade pada saat ini, meskipun bukti fisik sebenarnya dari supernova perangka elektron sulit didapat. 

Karakteristik yang tidak biasa dari SN 2018zd, hanya berjarak 31 juta tahun cahaya, mungkin merupakan yang pertama telah kami identifikasi dengan benar. 

"Supernova ini benar-benar membantu kami memecahkan kode catatan berusia ribuan tahun dari budaya di seluruh dunia," kata astrofisikawan Andrew Howell , dari University of California, Santa Barbara (UCSB).

"Dan itu membantu kita mengaitkan satu hal yang tidak sepenuhnya kita pahami, Nebula Kepiting, dengan hal lain yang kita miliki catatan modernnya yang luar biasa, supernova ini." lanjutnya. 

"Dalam prosesnya, ia mengajari kita tentang fisika dasar: bagaimana beberapa bintang neutron terbentuk, bagaimana bintang ekstrem hidup dan mati, dan tentang bagaimana elemen-elemen penyusun kita tercipta dan tersebar di sekitar Semesta." jelasnya. 

Selain itu, para ilmuwan juga telah mengetahi bahwa supernova yang menangkap elektron seharusnya terbentuk dari bintang cabang raksasa super asimptotik (SAGB) yang langka dan masif, dan memenuhi lima kriteria lainnya, yaitu kehilangan massa yang ekstensif sebelum fase supernova, komposisi kimia yang tidak biasa, ledakan yang lemah. , radioaktivitas rendah, dan inti yang kaya neutron.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Peneliti Ungkapkan Bagaimana Ledakan Supernova 1.000 Tahun Lalu Terjadi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!